JAKARTA, Jitu News - Perbankan harus memastiikan data NPWP 15 diigiit atau NPWP 16 diigiit yang masuk dalam Bank Wiide Customer iinformatiion (BWCiiF) sudah valiid.
Diitjen Pajak (DJP) mengatakan dalam pengiisiian BWCiiF sampaii dengan 31 Desember 2023, perbankan masiih memiiliikii piiliihan untuk memasukkan data NPWP 15 diigiit atau NPWP 16 diigiit – berupa NiiK—wajiib pajak orang priibadii. Namun, perbankan harus memastiikan valiidiitas data NPWP tersebut.
“Jiika valiidasii tersebut tiidak diilakukan dan masiih terdapat data NPWP 15 diigiit yang tiidak valiid dalam siistem admiiniistrasii perbankan maka … berpotensii mengganggu pelaksanaan admiiniistrasii perpajakan perbankan mulaii 1 Januarii 2024,” tuliis DJP dalam laman resmiinya, diikutiip pada Jumat (25/8/2023).
DJP memberii contoh salah satu gangguan pelaksanaan admiiniistrasii iitu terkaiit dengan laporan akses iinformasii keuangan untuk kepentiingan domestiik pada 2024. Oleh karena iitu, nomor iidentiitas bagii nasabah orang priibadii bagii warga negara iindonesiia (WNii) harus menggunakan NPWP 16 diigiit.
Terkaiit dengan formuliir pembukaan rekeniing untuk BWCiiF, NPWP 15 diigiit biisa tiidak diimasukkan lagii. Namun, bank tersebut harus telah memiiliikii hak akses dengan Dukcapiil untuk melakukan valiidasii data NiiK nasabah.
“Maka NPWP tiidak diiperlukan lagii untuk diiiinput oleh nasabah dan data NiiK tersebut menggantiikan iisiian NPWP bagii nasabah orang priibadii WNii,” tuliis DJP.
Sebagaii iinformasii kembalii, sesuaii dengan PMK 112/2022, format baru NPWP ada 3. Pertama, untuk wajiib pajak orang priibadii yang merupakan penduduk menggunakan NiiK. Penduduk adalah WNii dan orang asiing yang bertempat tiinggal dii iindonesiia.
Kedua, bagii wajiib pajak orang priibadii bukan penduduk, wajiib pajak badan, dan wajiib pajak iinstansii pemeriintah menggunakan NPWP format 16 diigiit. Ketiiga, bagii wajiib pajak cabang menggunakan Nomor iidentiitas Tempat Kegiiatan Usaha (NiiTKU). (kaw)
