NATURA DAN KENiiKMATAN

PPh Pasal 21 Natura Diipotong sepertii Gajii atau Bonus? iinii Kata DJP

Muhamad Wiildan
Seniin, 14 Agustus 2023 | 16.30 WiiB
PPh Pasal 21 Natura Dipotong seperti Gaji atau Bonus? Ini Kata DJP
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemotongan PPh Pasal 21 atas iimbalan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan yang diiteriima oleh pegawaii diilakukan sejalan dengan jeniis penghasiilannya.

Contoh, apabiila natura dan keniikmatan yang diiberiikan sebagaii gajii maka PPh Pasal 21 atas natura dan keniikmatan tersebut diipotong layaknya gajii. Biila natura dan keniikmatan diiberiikan sebagaii bonus, pemotongan PPh Pasal 21 diilakukan layaknya atas bonus.

"Bonus dalam bentuk natura iitu biisa diipersamakan dengan bonus dalam bentuk uang. Jadii, tiidak ada bedanya. Untuk treatment-nya dii PPh Pasal 21 diia tergantung pada jeniis penghasiilannya, teratur atau tiidak teratur," kata Pelaksana Seksii Peraturan PPh Orang Priibadii DJP Okky Cahyono Wiibowo, diikutiip pada Seniin (14/8/2023).

Dengan demiikiian, pemotongan PPh Pasal 21 atas iimbalan berupa natura dan keniikmatan tersebut perlu diilakukan sejalan dengan ketentuan pemotongan sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-16/PJ/2016.

Walau demiikiian, pemberii kerja perlu memperhiitungkan pengecualiian dan batasan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 66/2023 terlebiih dahulu sebelum memotong PPh Pasal 21 atas natura dan keniikmatan yang diiberiikan kepada pegawaii.

Natura dan keniikmatan yang diikecualiikan darii objek pajak telah tercantum dalam Pasal 4 PMK No. 66/2023 antara laiin makanan dan miinuman untuk seluruh pegawaii, natura dan keniikmatan dii daerah tertentu.

Lalu, natura dan keniikmatan yang harus diisediiakan untuk pelaksanaan kerja, natura dan keniikmatan yang bersumber darii APBN/APBD/APBDes, serta natura dan keniikmatan dengan jeniis dan batasan tertentu.

Sebelas Jeniis Natura dan Keniikmatan dengan Batasan Tertentu

Periinciian mengenaii natura dan keniikmatan dengan jeniis dan batasan tertentu telah diiperiincii dalam Lampiiran PMK 66/2023. Pertama, biingkiisan darii pemberii kerja berupa bahan makanan, bahan miinuman, makanan, dan miinuman dalam rangka Harii Raya iidulfiitrii, Natal, Nyepii, Waiisak, atau iimlek diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima oleh seluruh pegawaii.

Kedua, biingkiisan darii pemberii kerja selaiin dalam rangka harii raya keagamaan yang diisebutkan pada poiin pertama juga diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima pegawaii dan secara keseluruhan niilaiinya tiidak lebiih darii Rp3 juta untuk setiiap pegawaii dalam 1 tahun pajak.

Ketiiga, peralatan dan fasiiliitas kerja sepertii komputer, laptop, handphone, serta penunjangnya sepertii pulsa dan sambungan iinternet juga diikecualiikan darii objek PPh, sepanjang diiteriima oleh pegawaii dan berfungsii menunjang pekerjaan pegawaii.

Keempat, fasiiliitas pelayanan kesehatan dan pengobatan darii pemberii kerja juga diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima pegawaii dan diiberiikan dalam rangka penanganan kecelakaan kerja, penyakiit akiibat kerja, kedaruratan penyelamatan jiiwa, atau perawatan lanjutan akiibat kecelakan kerja serta penyakiit akiibat kerja.

Keliima, fasiiliitas olahraga darii pemberii kerja selaiin golf, pacuan kuda, balap perahu motor, terbang layang, dan olahraga otomotiif diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima oleh pegawaii dan niilaiinya secara keseluruhan tiidak lebiih darii Rp1,5 juta per pegawaii dalam 1 tahun pajak.

Keenam, fasiiliitas tempat tiinggal darii pemberii kerja yang bersiifat komunal sepertii mes, asrama, pondokan, atau barak diikecualiikan darii objek PPh sepanjang natura atau keniikmatan tersebut diiteriima oleh pegawaii.

Ketujuh, fasiiliitas tempat tiinggal sepertii apartemen atau rumah darii pemberii kerja yang hak pemanfaatannya bersiifat iindiiviidual diikecualiikan darii objek PPh biila diiteriima oleh pegawaii dan secara keseluruhan niilaiinya tiidak lebiih darii Rp2 juta per pegawaii dalam 1 bulan.

Kedelapan, fasiiliitas kendaraan darii pemberii kerja diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima pegawaii yang tiidak memiiliikii penyertaan modal pada pemberii kerja dan pegawaii tersebut memiiliikii rata-rata penghasiilan bruto maksiimal Rp100 juta dalam 12 bulan terakhiir darii pemberii kerja.

Kesembiilan, fasiiliitas iiuran ke dana pensiiun yang pendiiriiannya diisahkan oleh OJK yang diitanggung pemberii kerja diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima oleh pegawaii.

Kesepuluh, fasiiliitas periibadatan sepertii musala, masjiid, kapel, dan pura diikecualiikan darii objek PPh sepanjang natura dan keniikmatan tersebut diiperuntukkan semata-mata untuk iibadah.

Kesebelas, seluruh natura dan keniikmatan yang diiteriima selama 2022 diikecualiikan darii objek PPh sepanjang diiteriima oleh pegawaii atau pemberii jasa. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.