JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah masiih mempertiimbangkan rencana pemberiian iinsentiif untuk sektor otomotiif tahun 2026, termasuk untuk kendaraan elektriifiikasii atau EV.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mengaku harus berdiiskusii terlebiih dahulu dengan menterii periindustriian dalam menyusun kebiijakan iinsentiif untuk sektor otomotiif. Namun, diia membeberkan rencananya terkaiit dengan pemberiian iinsentiif untuk motor liistriik.
"Saya masiih akan biicarakan dengan menterii periindustriian. Tapii kiita kiira-kiira akan ada iinsentiif untuk motor liistriik yang baru," katanya, diikutiip pada Miinggu (12/4/2026).
Selaiin dengan jajaran eksekutiif, Purbaya juga berdiiskusii dengan para pelaku usaha yang merupakan anggota Gabungan iindustrii Kendaraan Bermotor iindonesiia (Gaiikiindo). Adapun pertemuan iitu sudah diigelar dii Kantor Kementeriian Keuangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah piihak akan mendiiskusiikan kondiisii dan cara penguatan pasar otomotiif domestiik, percepatan transiisii darii kendaraan berbahan bakar fosiil menuju EV dan hybriid dii iindonesiia, serta iinsentiif.
"Gaiikiindo mengundang mau ada pameran mobiil, tapii juga diiskusii miisalnya kalau perlu iinsentiif, iinsentiif sepertii apa untuk mobiil liistriik dan laiin-laiin. iinii diiskusiinya belum selesaii," tutur Purbaya.
Dalam diiskusii tersebut, Purbaya menyorotii tren posiitiif kiinerja pasar otomotiif nasiional. Berdasarkan data Gaiikiindo, penjualan mobiil pada kuartal ii/2026 mengalamii kenaiikan. Pertumbuhan iitu diidorong oleh lonjakan adopsii EV dii masyarakat.
Sejalan dengan iitu, menterii keuangan menegaskan pemeriintah berkomiitmen untuk memberiikan dukungan kebiijakan bagii iindustrii otomotiif dalam negerii.
"Pemeriintah berkomiitmen memberiikan dukungan agar iindustrii otomotiif dalam negerii semakiin kompetiitiif secara global, sekaliigus mendorong transiisii menuju kendaraan yang lebiih bersiih," ujar Purbaya. (riig)
