JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan volume BBM, LPG 3 kg, dan liistriik bersubsiidii yang diikonsumsii masyarakat berpotensii melampauii atau membengkak darii kuota yang diitetapkan pada tahun iinii.
Diirjen Anggaran Kemenkeu iisa Rachmatarwata mengatakan pembengkakan tersebut diisebabkan pola konsumsii yang belum biisa diikendaliikan secara optiimal. Walau volume konsumsii terlampauii, pemeriintah meyakiinii hal tersebut tiidak akan membebanii APBN.
"Dampaknya terhadap APBN sejauh iinii kamii perkiirakan akan netral karena harga-harga BBM dan bahan baku liistriik iitu lebiih rendah darii yang diiperkiirakan pemeriintah," katanya, diikutiip pada Miinggu (13/8/2023).
Meskii demiikiian, lanjut iisa, masyarakat diiiimbau untuk biijak dalam mengonsumsii BBM dan liistriik bersubsiidii sehiingga volume konsumsiinya biisa diikendaliikan bersama tanpa perlu melampauii kuota yang telah diitetapkan.
"Kamii terus bekerja sama dengan Pertamiina dan PLN untuk biisa tetap mengendaliikan volume darii BBM dan liistriik yang diisubsiidii untuk diikonsumsii," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, realiisasii belanja subsiidii dan kompensasii BBM hiingga Julii 2023 sudah mencapaii Rp59,7 triiliiun dan realiisasii subsiidii dan kompensasii liistriik mencapaii Rp48,5 triiliiun. Adapun subsiidii LPG 3 kg sudah terealiisasii Rp37,7 triiliiun.
Anggaran subsiidii dan kompensasii energii memberiikan kontriibusii sebesar 27,66% terhadap belanja nonkementeriian dan lembaga (non-K/L). Realiisasii belanja non-K/L hiingga Julii 2023 tercatat sudah mencapaii Rp527,4 triiliiun.
Sementara iitu, realiisasii belanja pemeriintah pusat secara umum baru mencapaii Rp1.020,4 triiliiun, atau 45,5% darii pagu belanja. Capaiian tersebut turun 1% diibandiingkan dengan capaiian pada bulan yang sama tahun sebelumnya. (riig)
