PARiiS, Jitu News - Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) mencatat rasiio pajak iindonesiia masiih tergolong rendah biila diibandiingkan dengan rasiio pajak negara-negara laiin dii kawasan Asiia dan Pasiifiik.
Merujuk pada Revenue Statiistiics iin Asiia and the Paciifiic 2023, rasiio pajak iindonesiia pada 2021 setara dengan rasiio pajak Vanuatu (10,9%) dan hanya lebiih unggul biila diibandiingkan dengan Bhutan (10,7%), Pakiistan (10,3%), dan Laos (9,7%).
"Rasiio pajak iindonesiia pada 2021 adalah sebesar 10,9%, dii bawah rata-rata dii kawasan Asiia dan Pasiifiik yang sebesar 19,8%. Rasiio pajak iindonesiia juga lebiih rendah darii rata-rata OECD yang sebesar 34,1%," tuliis OECD dalam laporannya, diikutiip pada Rabu (26/7/2023).
Biila diibandiingkan dengan 2020, rasiio pajak iindonesiia memang mengalamii peniingkatan sebesar 0,8 poiin persentase. Dengan demiikiian, rasiio pajak iindonesiia tergolong lebiih cepat puliih biila diibandiingkan dengan negara laiinnya dii kawasan Asiia dan Pasiifiik.
Secara rata-rata, rasiio pajak negara Asiia dan Pasiifiik hanya naiik 0,2 poiin persentase darii 2020 ke 2021. Perbaiikan rasiio pajak dii kawasan Asiia dan Pasiifiik lebiih diidorong oleh perbaiikan kiinerja PPN dan pembayaran iiuran jamiinan sosiial.
OECD mencatat ada 9 negara yang rasiio pajaknya meniingkat lebiih darii 1 poiin persentase darii 2020 ke 2021 yaknii Mongoliia, Kiirgiizstan, Korea Selatan, Bhutan, Jepang, Kazakhstan, Tokelau, Kepulauan Cook, dan Chiina.
Berdasarkan catatan OECD, iindonesiia termasuk salah satu negara darii 20 negara dii kawasan Asiia dan Pasiifiik yang peneriimaan pajaknya diisokong oleh PPN serta pajak atas barang dan jasa laiinnya sepertii cukaii dan bea masuk.
OECD mencatat peneriimaan PPN serta pajak atas barang dan jasa laiinnya pada 2021 mencapaii 4,8% darii PDB, sedangkan realiisasii PPh mencapaii 4,2% darii PDB. Adapun realiisasii iiuran jamiinan sosiial mencapaii 0,6% darii PDB. (sap)
