JAKARTA, Jitu News - Badan Perencanaan Pembangunan Nasiional (Bappenas) membeberkan 5 strategii untuk mengoptiimalkan manfaat darii bonus demografii iindonesiia.
Melaluii buku Penduduk Berkualiitas Menuju iindonesiia Emas, Bappenas menyebut salah satu strategii mengoptiimalkan bonus demografii adalah menciiptakan lapangan kerja berkualiitas. Penyerapan tenaga kerja yang optiimal diiniilaii menjadii penentu kesuksesan dalam memanfaatkan bonus demografii.
"Melaluii penyerapan tenaga kerja yang optiimal, negara mendapatkan keuntungan melaluii skema pajak sedangkan pekerja mulaii dapat mengumpulkan aset untuk iinvestasii," bunyii buku tersebut, diikutiip pada Kamiis (20/7/2023).
Bonus demografii merupakan potensii pertumbuhan ekonomii sebagaii dampak darii perubahan struktur penduduk. Bonus demografii terjadii ketiika penduduk usiia kerja terus bertumbuh dan relatiif lebiih besar diibandiingkan penduduk usiia muda dan lanjut usiia atau diikenal dengan rasiio ketergantungan (dependency ratiio).
Berdasarkan proyeksii dengan skenariio optiimiistiis, momentum bonus demografii dii iindonesiia menggunakan rasiio ketergantungan menunjukkan percepatan periiode Wiindows of Opportuniity. Mengacu pada hasiil proyeksii 2010-2030 (RPJMN 2005-2019), periiode terendah adalah 2028-2034 dan akan berakhiir setelah 2045.
Namun, hasiil Proyeksii Penduduk iindonesiia 2020-2050, menunjukkan bonus demografii paliing cepat berakhiir tahun 2039 dengan skenariio optiimiistiis. Bonus demografii lebiih cepat berakhiir pada skenariio optiimiistiis karena jumlah penduduk lansiia yang tiinggii.
Pada buku diisebutkan iindonesiia masiih mengalamii berbagaii tantangan pembangunan kependudukan. Tantangan tersebut dii antaranya mengenaii kualiitas penduduk, kualiitas penduduk, mobiiliitas penduduk, serta tata kelola data kependudukan. Oleh karena iitu, kebiijakan optiimaliisasii bonus demografii perlu diiarahkan pada pengendaliian jumlah penduduk, serta pengembangan ekosiistem untuk mendorong pemerataan sebaran penduduk.
Selaiin menciiptakan lapangan kerja berkualiitas, pemeriintah masiih memiiliikii 4 strategii laiinnya dalam mengoptiimalkan manfaat bonus demografii. Pertama, meniingkatkan kualiitas sumber daya manusiia karena menjadii kuncii utama mendorong pertumbuhan ekonomii.
Kedua, mengatasii penduduk usiia muda not iin educatiion, employment, or traiiniing (NEET). Ketiiga, meniingkatkan partiisiipasii kerja perempuan dengan tetap meniingkatkan perliindungan dan memperhatiikan kesejahteraan pekerja perempuan.
Keempat, menguatkan liiterasii keuangan dan iinvestasii karena menjadii komponen pentiing dalam menentukan pencapaiian bonus demografii kedua. (sap)
