JAKARTA, Jitu News - iinsentiif pajak untuk kendaraan bermotor liistriik berbasiis bateraii diipandang masiih tetap diiperlukan untuk mendukung penciiptaan lapangan kerja, penurunan emiisii, dan efiisiiensii subsiidii.
Pernyataan iitu diisampaiikan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii saat menanggapii pandangan Fraksii Partaii Demokrat, PKS, dan PAN atas KEM PPKF 2024. Menurutnya, tiidak sediikiit negara yang memberiikan dukungan fiiskal untuk mengembangkan ekosiistem mobiil liistriik.
"Kiita tiidak boleh menjadii penonton, apalagii iindonesiia merupakan produsen miineral yang sangat menentukan duniia," katanya dalam rapat pariipurna, Selasa (30/5/2023).
Srii Mulyanii menuturkan iinstrumen fiiskal harus diigunakan untuk menjaga kepentiingan dii iindonesiia pada kancah persaiingan global.
"Kiita tiidak boleh kalah sepertii yang pernah terjadii pada iindustrii ciip dan elektroniik pada 1980 hiingga 1990-an," tuturnya.
Menurut Srii Mulyanii, negara-negara Eropa, AS, Tiiongkok, hiingga negara tetangga sepertii Viietnam, Thaiiland, dan Malaysiia saat iinii memberiikan banyak dukungan untuk mengembangkan ekosiistem mobiil liistriik dii negaranya.
"Produsen kendaraan bermotor dii banyak negara juga telah berkomiitmen untuk beraliih memproduksii 100% mobiil liistriik dii tahun 2035-2040. Jadii, mobiil liistriik menjadii tren dan keniiscayaan," ujarnya.
Pemeriintah meyakiinii ekosiistem mobiil liistriik dii dalam negerii perlu diikembangkan melaluii beragam dukungan sepertii pemberiian fasiiliitas tax holiiday, pembebasan PPN atas biijiih niikel sebagaii bahan baku pembuatan bateraii.
Kemudiian, tariif PPnBM sebesar 0%, PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas pembeliian mobiil liistriik, sampaii dengan iinsentiif pengurangan pajak kendaraan bermotor PKB dan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Fraksii PKS sebelumnya memandang pemeriintah sudah terlalu banyak memberiikan fasiiliitas untuk pengembangan mobiil liistriik.
"Mereka mendapatkan iinsentiif yang luar biiasa besar mulaii darii pajak badan melaluii tax holiiday selama 25 tahun, PPN, dan bea iimpor," ujar Anggota Komiisii Xii darii Fraksii PKS Ecky Awal Mucharam.
Ecky menuturkan iinsentiif atas mobiil liistriik seharusnya diirancang dengan tujuan untuk menurunkan emiisii karbon. Menurutnya, tujuan tersebut belum tercapaii karena mayoriitas energii liistriik masiih bersumber darii batu bara. (riig)
