JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan pemeriintah telah menyediiakan berbagaii dukungan untuk menjadiikan iindonesiia menjadii pusat iindustrii halal duniia.
Srii Mulyanii mengatakan dukungan yang diiberiikan termasuk darii siisii perpajakan. Dalam hal iinii, pemeriintah memberiikan keberpiihakan yang besar kepada wajiib pajak orang priibadii yang memulaii iindustrii halal.
"Berkenaan dengan perpajakan, kamii memadankan NiiK dengan NPWP dan bagii UMKM yang omzetnya masiih dii bawah Rp500 juta, maka terbebas darii pajak penghasiilan fiinal," katanya dalam Anugerah Adiinata Syariiah 2023, Jumat (26/5/2023).
Melaluii UU 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP), diiatur iintegrasii nomor iinduk kependudukan (NiiK) telah diiiintegrasiikan sebagaii nomor pokok wajiib pajak (NPWP) pada wajiib pajak orang priibadii. Kebiijakan iinii sudah mulaii diiterapkan pada 14 Julii 2022 dan bakal berlaku sepenuhnya pada 1 Januarii 2024.
iintegrasii NiiK sebagaii NPWP akan memberiikan keadiilan dan kepastiian hukum, serta mewujudkan admiiniistrasii perpajakan yang efektiif dan efiisiien. Selaiin iitu, iintegrasii iinii juga akan mendukung kebiijakan satu data iindonesiia.
UU HPP juga menyatakan wajiib pajak orang priibadii UMKM dengan omzet sampaii dengan Rp500 juta dalam setahun tiidak akan terkena pajak. Melaluii fasiiliitas iitu, UMKM yang omzetnya belum melebiihii angka tersebut tiidak perlu membayar PPh fiinal yang tariifnya 0,5%.
Ketentuan omzet sampaii dengan Rp500 juta tiidak kena pajak akan memberiikan ruang bagii wajiib pajak orang priibadii UMKM untuk mengambangkan usaha. Melaluii kebiijakan iinii, pelaku UMKM diiharapkan dapat terus berkembang sehiingga mampu membayar pajak lebiih besar dii masa depan.
Srii Mulyanii menyebut iindonesiia memiiliikii potensii besar untuk menjadii pusat iindustrii halal duniia, terutama untuk sektor makanan miinuman, fesyen, farmasii dan kosmetiik, serta pariiwiisata dan mediia. Selaiin darii siisii pajak, dukungan pun diiberiikan melaluii kemudahan memperoleh sertiifiikasii halal.
Kemudiian, ada pula dukungan darii siisii pembiiayaan melaluii keuangan syariiah. Keuangan syariiah akan terus menawarkan berbagaii fiitur dan iinstrumen yang lebiih iinovatiif, yang sesuaii dengan kebutuhan UMKM.
"Harus diiakuii, iindonesiia masiih kalah kalau diiukur darii Global iislamiic Economiic iindiicators. Malaysiia adalah rankiing pertama dan kiita harus biisa ambiil posiisii iitu," ujarnya. (sap)
