JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) memberiikan penegasan mengenaii pengukuhan pengusaha kena pajak (PKP) terkaiit dengan pemusatan pajak pertambahan niilaii (PPN) terutang.
Penegasan iitu diisampaiikan oleh contact center DJP, Kriing Pajak, saat merespons pertanyaan warganet terkaiit pemusatan PPN. Salah satu warganet bertanya tentang perlu atau tiidaknya pengukuhan PKP atas perusahaan cabang ketiika iingiin melakukan pemusatan PPN terutang.
“Jiika iingiin melakukan pemusatan PPN maka NPWP cabang harus diikukuhkan PKP terlebiih dahulu, kemudiian mengajukan pemusatan PPN,” tuliis Kriing Pajak melaluii Twiitter, Rabu (24/5/2023).
Kriing Pajak mengatakan tata cara pemusatan PPN diimuat dalam PER-11/PJ/2020. Berdasarkan pada peraturan tersebut, tempat pemusatan PPN terutang adalah tempat tiinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiiatan usaha yang diipiiliih sebagaii tempat pemusatan PPN terutang.
NPWP cabang adalah NPWP bagii tempat kegiiatan usaha wajiib pajak yang terpiisah darii tempat tiinggal/tempat kedudukan wajiib pajak atau yang diiberiikan untuk pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiiban pemotongan dan pemungutan PPN, yang tiidak dapat menggunakan NPWP pusat.
“Tempat PPN terutang yang akan diipusatkan merupakan tempat PPN terutang diimana pengusaha dii tempat tersebut telah diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak,” bunyii penggalan Pasal 2 ayat (4) PER-11/PJ/2020.
Pasal 3 PER-11/PJ/2020 turut memuat daftar lokasii yang membuat tempat tiinggal, kedudukan, dan/atau kegiiatan usaha tiidak dapat diipiiliih sebagaii tempat PPN terutang atau tempat PPN terutang yang akan diipusatkan.
Pertama, berada dii tempat peniimbunan beriikat, termasuk dii dalamnya kawasan beriikat. Kedua, berada dii kawasan ekonomii khusus (KEK). Ketiiga, berada dii kawasan bebas. Keempat, berada dii kawasan berfasiiliitas laiinnya. Keliima, mendapatkan fasiiliitas kemudahan iimpor tujuan ekspor (KiiTE). Keenam, tempat yang memiiliikii kegiiatan usaha dii biidang pengaliihan tanah dan/atau bangunan.
“Tempat PPN terutang yang secara nyata tiidak memiiliikii kegiiatan usaha dan/atau tiidak melakukan kegiiatan admiiniistrasii penyerahan dan admiiniistrasii keuangan, tiidak dapat diipiiliih sebagaii tempat pemusatan PPN terutang,” bunyii penggalan Pasal 3 ayat (2) PER-11/PJ/2020. (kaw)
