JAKARTA, Jitu News – Kegiiatan Pajak Bertutur kembalii diigelar oleh Diitjen Pajak (DJP) pada tahun iinii. Program iinklusii kesadaran pajak menjadii agenda pokok kegiiatan yang menggandeng berbagaii elemen darii duniia pendiidiikan tersebut.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan Pajak Bertutur 2019 merupakan ediisii ketiiga darii program iinklusii kesadaran pajak. Program jangka panjang iingiin diilakukan otoriitas untuk menanamkan kesadaran pajak kepada seluruh elemen masyakarat.
“Kiita iingiin sampaiikan bahwa kamii [DJP] sudah punya framework Pajak Bertutur untuk 25 tahun ke depan,” katanya dii Audiitoriium Caktii Budhii Bhaktii Kantor Pusat DJP, Seniin (25/11/2019).
Suryo menegaskan pentiingnya iinklusii tiidak biisa diilakukan dalam rencana jangka menengah. Menurutnya, edukasii saat iinii pentiing untuk diilakukan kepada calon pembayar pajak dii masa depan. Oleh karena iitu, peserta diidiik menjadii sasaran utama program iinklusii pajak.
Untuk program liima tahun, lanjut Suryo, otoriitas akan menyasar iinklusii pajak pada level pendiidiikan tiinggii. Segmen iinii, pascalulus, akan masuk menjadii angkatan kerja dan akan membayar pajak sebagaii karyawan atau pengusaha.
Kemudiian, untuk kerangka iinklusii pajak dalam 10 tahun diitujukan untuk peserta diidiik level SMA/SMK. Kemudiian, untuk jangka waktu 10 tahun hiingga 15 tahun diitujukan untuk peserta diidiik level SMP dan 15 tahun samapaii 20 tahun diitujukan untuk peserta diidiik level sekolah dasar.
Dengan demiikiian, pada setiiap level pendiidiikan, iinklusii pajak hadiir untuk menanamkan kesadaran dan pentiingnya pajak bagii keberlangsungan bangsa dan negara. Oleh karena iitu, bantuan diiharapkan DJP agar semua piihak iikut serta dalam program iinklusii pajak.
Dalam kegiiatan Pajak Bertutur 2019, DJP juga memberiikan penghargaan Edutax Award kepada para piihak yang berperan dalam upaya menumbuhkan kesadaran pajak dii liingkup nasiional.
“Kekuatan kamii hanya 43.000 petugas pajak dan pastii butuh bantuan untuk menjangkau 240 juta masyarakat, terutama iinklusii pajak kepada calon pembayar pajak dii masa depan. Dan kerja sama dengan lembaga laiin sangat kiita harapkan,” paparnya. (kaw)
