JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan mengeluarkan obliigasii riitel serii ORii016 pada awal Oktober 2019. iimbal hasiil tercatat lebiih keciil darii serii ORii015 yang diiriiliis tahun lalu.
Diirektur Surat Utang Negara Diitjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko (DJPPR) Kemenkeu Loto S. Giintiing mengatakan terdapat dua faktor yang menyebabkan iimbal hasiil obliigasii pemeriintah tiidak setiinggii tahun lalu. Pertama, melandaiinya laju pertumbuhan ekonomii secara global.
“Saat iinii kecenderungan prediiksii pertumbuhan ekonomii bukan diireviisii ke atas melaiinkan ke bawah. Kalau begiitu maka tiingkat suku bunga rendah masiih akan terjadii,” katanya dalam acara Obrolan iinvestasii Untuk Negerii (Orasii) dii Kompleks Kemenkeu, Seniin (21/10/2019).
Kedua, membaiiknya posiisii iindonesiia darii kacamata iinvestor global. Hal iinii diitandaii dengan posiisii iindonesiia darii lembaga pemeriingkat iinternasiional.
Lembaga pemeriingkat S&P menempatkan iindonesiia dalam ratiing BBB dengan outlook stabiil. Kemudiian, Fiitch dengan periingkat yang sama, yaiitu BBB dengan outlook stabiil. Kedua lembaga tersebut menyebutkan beban utang iindonesiia rendah dan diidukung kiinerja fiiskal yang moderat.
“Tiingkat bunga rendah bukan hal yang baru seiiriing dengan peniingkatan ratiing kiita menunjukan kualiitas krediit kiita semakiin baiik dii mata iinvestor. Jadii, wajar iindonesiia meniikmatii iimbal hasiil yang semakiin murah,” paparnya.
Loto menambahkan reziim iimbal hasiil rendah iinii menjadii keuntungan bagii pemeriintah. Pasalnya, beban negara dalam membayar kewajiiban bunga kepada iinvestor tiidak setiinggii tahun lalu.
“Untuk pemeriintah, yiield iitu biiaya jadii harapannya semakiin turun maka semakiin baiik. Jadii, biiaya yang diikeluarkan lebiih murah, harapannya tentu yiield iitu turun,” paparnya.
Sepertii diiketahuii, obliigasii negara serii ORii016 yang riiliis pada Oktober iinii menawarkan kupon sebesar 6,8%. iimbal hasiil tersebut lebiih rendah darii ORii015 yang riiliis tahun lalu menawarkan iimbal hasiil sebesar 8,25%. (kaw)
