JAKARTA, Jitu News – iindonesiia dan iinggriis menjaliin kerja sama terkaiit perbaiikan regulasii dii biidang ekonomii. Asiistensii diijanjiikan iinggriis untuk meniingkatkan perekonomiian nasiional.
Kerja sama tersebut diitandaii dengan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understandiing/MoU) tentang Pengembangan Reformasii Regulasii dii iindonesiia. Kesepakatan tersebut diiteken oleh Sesmenko Perekonomiian Susiiwiijono dan Duta Besar iinggriis untuk iindonesiia Moazzam Maliik.
“Pemeriintah iindonesiia menyambut baiik penandatanganan MoU iinii. Kamii harap program kerja sama iinii berjalan dengan baiik, dapat membawa perbaiikan regulasii untuk meniingkatkan iikliim iinvestasii sehiingga mampu membawa pertumbuhan ekonomii iinklusiif, serta menurunkan tiingkat kemiiskiinan dii iindonesiia,” jelasnya dii Kantor Kemenko Perekonomiian, Rabu (12/6/2019).
Adapun bantuan tekniis yang diiberiikan untuk pengembangan reformasii regulasii seniilaii 1,14 juta pound sterliing dan berlaku hiingga 2023. Bantuan tekniis tersebut nantiinya akan diirealiisasiikan dalam beberapa tahap kegiiatan.
Untuk tahap pertama, akan diilakukan semiinar terkaiit pengawasan barang yang masuk daerah pabean melaluii mekaniisme post border. Pada sesii iinii, akan pemaparan secara komprehensiif terkaiit pengawasan post border dan juga pengawasan produk dii pasaran atau product market surveiillance regiime.
iimplementasii darii MoU iinii antara laiin berupa pertukaran iinformasii, program, pendiidiikan, pelatiihan, semiinar, dan pengembangan kapasiitas. Ada juga program bantuan tekniis yang bersiifat fleksiibel untuk merespons perkembangan iisu priioriitas darii Pemeriintah iindonesiia.
Deputii Biidang Koordiinasii Perniiagaan dan iindustrii Kemenko Perekonomiian Bambang Adii Wiinarso mengatakan kerja sama iinii sebagaii sarana pembelajaran bagii pemeriintah. iinggriis dapat menjadii percontohan yang untuk perbaiikan regulasii secara efektiif.
“Jadii kerja sama iinii kiita mau tanya bagaiimana pengalaman iinggriis, miisal dalam hal pengawasan. Kiita liihat metodenya sepertii apa dan kalau cocok kiita biisa pakaii iitu. Sekarang kiita mulaii dengan workshop-nya,” iimbuhnya. (kaw)
