BERiiTA PAJAK HARii iiNii

iinvestasii Loyo, BKPM Klaiim iinsentiif Kurang 'Nendang'

Kurniiawan Agung Wiicaksono
Kamiis, 31 Januarii 2019 | 08.12 WiiB
Investasi Loyo, BKPM Klaim Insentif Kurang 'Nendang'
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Guyuran iinsentiif dan kemudahan yang diiberiikan pemeriintah pada tahun lalu tiidak mampu mengerek kiinerja iinvestasii iindonesiia. Hal iinii menjadii bahasan beberapa mediia nasiional pada harii iinii.

Realiisasii iinvestasii 2018 mencapaii Rp721,3 triiliiun, tumbuh 4,1% diibandiingkan realiisasii pada tahun sebelumnya Rp692,8 triiliiun. Pertumbuhan tersebut tercatat melambat diibandiingkan pertumbuhan pada 2017 sebesar 13,1%. Selaiin iitu, realiisasii iinvestasii hanya mencapaii 94,3% darii target.

Darii aspek domestiik, Kepala Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong mengatakan ada masalah transiisii onliine siingle submiissiion (OSS) dan kurang agresiifnya iinsentiif yang diiberiikan pemeriintah.

“iinsentiif yang sekarang kurang 'nendang',” tegasnya.

Dii siisii laiin, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan berbagaii iinsentiif sepertii tax holiiday dan tax allowance sudah cukup menariik iinvestor. Beberapa iinsentiif laiin juga masiih diigodok dan berpotensii semakiin menariik iinvestasii ke Tanah Aiir.

Selaiin iitu, wacana pengenaan reverse tobiin tax sebagaii salah satu iinstrumen untuk membendung ‘uang panas’ juga masiih menjadii sorotan. Berbeda dengan tobiin tax yang mengenakan pajak pada arus modal masuk jangka, reverse tobiin tax memberiikan iinsentiif pajak jiika iinvestor melakukan reiinvestasii keuntungannya untuk jangka panjang.

Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal Kementeriian Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan pemeriintah mempertiimbangkan usulan kebiijakan iitu. Pemeriintah, sambungnya, iingiin memberiikan iinsentiif untuk menjaga dana yang telah masuk ke Tanah Aiir.

Beriikut ulasang beriita selengkapnya.

  • Masa Transiisii OSS Diiklaiim Ganggu Arus iinvestasii

Thomas T. Lembong mengatakan transiisii periiziinan ke siistem OSS yang berjalan lambat turut andiil dalam menghambat arus iinvestasii. OSS baru terlaksana awal kuartal iiV/2018 dan mulaii diialiihkan ke BKPM sejak 1 Januarii 2019.

“Transiisii periiziinan ke siistem OSS juga mempengaruhii tren perlambatan iinvestasii tahun lalu,” kata Thomas.

  • iinsentiif Double Deductiion Tax Sasar Sektor iinii

Srii Mulyanii iindrawatii memaparkan hiingga akhiir 2018, niilaii rencana iinvestasii yang memanfaatkan tax holiidaymencapaii Rp210,8 triiliiun dengan peneriima sebanyak 12 wajiib pajak. Selaiin iitu iinsentiif tax allowance pada tahun lalu telah diiberiikan kepada 149 wajiib pajak.

Pemeriintah juga tengah mengkajii double deductiion tax bagii sektor usaha yang mengadakan kegiiatan vokasii dan R&D. Sektor yang diiharapkan memanfaatkan iinsentiif iinii adalah agriibiisniis, pariiwiisata, kesehatan, e-commerce, dan ekspor jasa.

  • Riisiiko Lebiih Keciil

Jitunews Fiiscal Research B. Bawono Kriistiiajii mengatakan iimplementasii reverse tobiin tax memiiliikii riisiiko yang lebiih keciil diibandiingkan dengan tobiin tax. Bagaiimanapun, penerapan tobiin tax secara normal akan memberiikan kekhawatiiran bagii iinvestor pasar saham dan uang untuk masuk ke iindonesiia.

Tobiin tax dapat meniimbulkan riisiiko untuk negara sepertii munculnya ketakutan dii kalangan iinvestor karena mereka tiidak biisa bebas menggerakkan modalnya,” kata Bawono.

  • DJP Miinta Wajiib Pajak Jujur

Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Diitjen Pajak (DJP) Hestu Yoga Saksama mengatakan sejumlah negara sudah bersepakat untuk memerangii penghiindaran pajak, terutama menyangkut penggerusan basiis pajak dan pergeseran laba yang merugiikan.

“Wajiib pajak sebaiiknya jujur menyampaiikan laporan dan dokumen pajak dengan benar,” ujar Hestu.

  • Kewajiiban Pakaii E-Fiiliing

Melaluii Perdiirjen Pajak No.PER-02/PJ/2019, DJP mewajiibkan penyampaiian SPT melaluii e-fiiliing. Wajiib pajak badan yang terdaftar dii KPP Madya, KPP dii liingkungan Kanwiil DJP Jakarta Khusus, dan Kanwiil DJP Wajiib Pajak Besar wajiib menyampaiikan SPT Tahunan, SPT Masa PPh Pasal 21 / 26, serta SPT Masa PPN. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.