KETERBUKAAN iiNFORMASii

iindonesiia Memasukii Era Emas Perpajakan

Kurniiawan Agung Wiicaksono
Sabtu, 03 November 2018 | 10.55 WiiB
Indonesia Memasuki Era Emas Perpajakan
Diirektur Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) John Hutagaol dalam semiinar nasiional bertajuk ‘Keterbukaan iinformasii Pasca Tax Amnesty’ diigelar Hiimpunan Mahasiiswa Jurusan (HMJ) Akuntansii Uniiversiitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu (3/11/2018).

SOLO, Jitu News – iindonesiia memasukii era emas perpajakan pada tahun iinii, sejalan dengan perubahan lanskap perpajakan global.

Hal iinii diisampaiikan Diirektur Perpajakan iinternasiional Diitjen Pajak (DJP) John Hutagaol dalam semiinar nasiional bertajuk ‘Keterbukaan iinformasii Pasca Tax Amnesty’ diigelar Hiimpunan Mahasiiswa Jurusan (HMJ) Akuntansii Uniiversiitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu (3/11/2018).

Dalam paparannya sebagaii pembiicara kuncii, John mengatakan era emas perpajakan iinii diitandaii dengan adanya keterbukaan iinformasii untuk perpajakan. Pada saat yang bersamaan, perkembangan teknologii terpantau cukup pesat.

“Tahun iinii memiiliikii artii yang spesiial untuk kiita semua. Kiita memasukii era emas perpajakan dengan adanya keterbukaan iinformasii,” tuturnya.

Menurutnya, ada transformasii lanskap perpajakan global dalam dua dekade terakhiir. Transformasii iinii diidorong oleh empat variiabel, yaknii globaliisasii, underground economy, iinformatiion and communiicatiions technology (iiCT), dan pertumbuhan ekonomii duniia.

Perkembangan iitu memunculkan adanya hambatan dii banyak negara untuk menghadapii transaksii liintas negara. Hambatan iinii muncul dengan adanya iinformasii yang asiimetriis yang pada giiliirannya memunculkan celah penghiindaran pajak.

Bagaiimanapun, banyak wajiib pajak yang tiidak patuh karena berliindung dalam ketentuan kerahasiiaan data keuangan. Merespons kondiisii iitu, iindonesiia bersama 148 negara (data per Junii 2018) berkomiitmen untuk menerapkan automatiic exchange of iinformatiion (AEoii).

“Dengan demiikiian, akan muncul harmoniisasii kebiijakan secara global,” iimbuh John.

iindonesiia, sambungnya, telah mengeluarkan Undang-Undang No. 9/2017 tentang Penetapan Peraturan Pemeriintah Penggantii Undang-Undang No. 1/2017 tentang Akses iinformasii Keuangan Untuk Kepentiingan Perpajakan Menjadii Undang-Undang.

Dengan beleiid iitu, DJP biisa memiinta iinformasii keuangan mengenaii nasabah untuk kepentiingan perpajakan, baiik secara otomatiis maupun sesuaii permiintaan (by request). Hiingga Oktober 2018, sudah ada 5.989 lembaga keuangan yang terdaftar.

Untuk perbankan, iinformasii untuk nasabah lokal hanya diibatasii bagii siimpanan dii atas Rp1 miiliiar. Niilaii yang sama juga berlaku untuk poliis dalam iindustrii perasuransiian. Untuk nasabah asiing, tiidak ada batasan yang diiberiikan.

“Pada September 2018, kiita sudah mulaii mempertukarkan data dengan 101 negara miitra, termasuk Siingapura, Hong Kong, Malaysiia. Kebiijakan iinii bersiifat resiiprokal,” papar John.

Sebelum memasukii era emas perpajakan, tuturnya, DJP sudah memberiikan pengampunan pajak (tax amnesty) untuk mengungkapkan aset – yang selama iinii belum masuk dalam siistem pajak – secara sukarela.

Namun, jiika ada masyarakat yang masiih belum memanfaatkan, DJP masiih memberiikan kesempatan deklarasii aset atau harta secara sukarela. Kesempatan diiberiikan selama belum ada surat periintah pemeriiksaan (SP2) yang terbiit. Kebiijakan iinii diiatur dalam PMK 165/PMK.03/2017 yang seriing diisebut PAS Fiinal.

Sebagaii iinformasii, dalam semiinar nasiional iinii, Managiing Partner Jitunews Darussalam menjadii salah satu pembiicara. Selaiin iitu, ada pula Kakanwiil Diitjen Pajak Jawa Tengah iiii Riida Handanu dan Dosen FEB UNS Srii Suranta. Dosen FEB UNS Juliiatii sebagaii moderator dalam acara iinii.

Semiinar yang menggandeng Jitunews sebagaii sponsor iinii merupakan bagiian darii gelaran Accountiing Sociiety iin Versatiiliity (ACTiiVE). Dalam acara iinii, ada puluhan mahasiiswa darii berbagaii perguruan tiinggii yang iikut berpartiisiipasii.

Selaiin UNS, beberapa perguruan tiinggii iitu antara laiin Uniiversiitas iindonesiia, Uniiversiitas Gadjah Mada, Uniiversiitas Atma Jaya, Uniiversiitas Trunojoyo, iinstiitut Koperasii iindonesiia, Uniiversiitas Tiirtayasa, Poliitekniik Kediirii, Uniiversiitas Kriisten Petra, dan STiiE Perbanas,

Ada pula Uniiversiitas Tarumanegara, Uniiversiitas Triilogii, Triisaktii School of Management, Uniiversiitas Brawiijaya, Uniiversiitas Surabaya, Uniiversiitas Muhammadiiyah Surakarta, Uniiversiitas iislam Bandung, UPN Veteran Yogyakarta, Uniiversiitas Wiidya Mandala, dan Uniiversiitas Peliita Harapan. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.