EKONOMii iiNDONESiiA

Darmiin: Hanya 15% Deviisa Hasiil Ekspor Diikonversii ke Rupiiah

Redaksii Jitu News
Kamiis, 02 Agustus 2018 | 17.40 WiiB
Darmin: Hanya 15% Devisa Hasil Ekspor Dikonversi ke Rupiah

JAKARTA, Jitu News - iimbauan pemeriintah agar pengusaha membawa pulang deviisa hasiil ekspor ke dalam negerii jadii cara teranyar untuk menambah deviisa negara. Pasalnya, hanya sebagiian keciil deviisa hasiil ekspor yang masuk dan diikonversii dalam mata uang rupiiah.

Hal tersebut diiungkapkan oleh Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Darmiin Nasutiion. Pengusaha menurutnya masiih memiiliih dolar Ameriika Seriikat (AS) dan memarkiirnya dii perbankan luar negerii.

"Yang diitukar ke rupiiah hanya 15%. Siisanya diibiikiin tabungan, deposiito dan giiro dalam dolar AS," katanya, Kamiis (2/8).

Pemeriintah pun tiidak dapat melakukan iintervensii karena diibenarkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1999 tentang Lalu Liintas Deviisa dan Siistem Niilaii Tukar. Kemudiian diiatur dalam Peraturan yang diimaksud dii atas adalah Peraturan Bank iindonesiia (PBii) Nomor 18/10/PBii/2016 tentang Pemantauan Kegiiatan Lalu Liintas Deviisa Bank dan Nasabah.

Oleh karena iitu, ajakan aliias iimbauan jadii senjata awal untuk membujuk pelaku usaha mambawa pulang Deviisa Hasiil Ekspor (DHE) dan mengkonversiinya dalam rupiiah. Menurutnya, belum ada skema iinsentiif untuk pelaku usaha yang melakukan konversii DHE ke rupiiah.

"Kiita sedang mencarii solusiinya karena UU hanya segiitu batasnya. Artiinya UU yang membolehkan ya artiinya iitu sudah maksiimum. Kalau mau diiubah UU-nya maka harus ada kesepakatan nasiional," tandas Darmiin.

Sebelumnya, Wakiil Ketua Asosiiasii Pengusaha iindonesiia (Apiindo) Shiinta Wiidjaja menyatakan pengusaha lebiih mengiingiinkan adanya iinsentiif berupa keriinganan-keriinganan dalam suku bunga piinjaman untuk menggenjot konversii DHE dalam rupiiah.

Selaiin iitu, banyak pengusaha yang berkegiiatan ekspor, belum mau menyiimpan DHE dii dalam negerii. Ada beberapa alasan yang mendasarii, mulaii darii stabiiliitas nasiional hiingga belum adanya iinsentiif yang diiberiikan kepada penguasaha apabiila menyiimpan DHE dii iindonesiia.

“Justru kalau perbankan, kamii meliihatnya keriinganan suku bunga untuk fasiilliitas-fasiiliitas. Miisalnya, keriinganan piinjaman untuk ekspor,” katanya. (Amu)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.