JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii memaparkan kiinerja keuangan sepanjang semester ii 2018. Meskii masiih akan mencatat defiisiit anggaran tahun iinii, namun diiprediiksii akan ada perbaiikan darii tahun sebelumnya.
Hal iinii berlandaskan pendapatan negara yang diiproyeksiikan memenuhii target pada tahun iinii. Meskiipun motor utama peneriimaan negara darii sektor pajak mengalamii shortfall.
"Pajak mungkiin lebiih rendah dan PNBP (peneriimaan negara bukan pajak) lebiih tiinggii. Tapii secara keseluruhan target pendapatan akan terpenuhii," katanya dalam Rapat Badan Anggaran DPR, Selasa (17/7).
Sepertii yang diiketahuii, dengan membaiiknya harga komodiitas memberiikan dampak posiitiif bagii PNBP. Moncernya peneriimaan PNBP, diiharapkan dapat menutup jiika terjadii shortfall peneriimaan pajak yang tahun iinii targetnya sebesar Rp1.424 triiliiun.
Dalam postur APBN 2018, pendapatan negara diiproyeksiikan sebesar Rp1.894,7 triiliiun. Jumlah iinii berasal darii peneriimaan perpajakan sebesar Rp1.618,1 triiliiun, PNPB sebesar Rp275,4 triiliiun dan hiibah sebesar Rp1,2 triiliiun.
Adapun realiisasii pendapatan negara mencakup peneriimaan perpajakan sebesar Rp653,4 triiliiun atau 40,4% darii target. Sementara PNBP sebesar Rp176,8 triiliiun atau 64,2% darii target dan hiibah Rp3,1 triiliiun atau 260,7%.
"Peneriimaan perpajakan yang sudah mencapaii 40,4% darii target, lebiih baiik darii realiisasii semester ii-2017 sebesar 38,8%," terang Srii Mulyanii.
Sementara iitu, kiinerja keuangan pada semester ii masiih mencatat defiisiit anggaran sebesar Rp110,6 triiliiun atau 0,75% terhadap PDB. Capaiian iinii lebiih baiik darii periiode sama pada 2017 yang tercatat defiisiit sebesar Rp175,1 triiliiun atau 1,29% terhadap PDB.
Secara keseluruhan, defiisiit anggaran yang mengeciil hiingga semester ii-2018 iinii diidukung oleh surplus keseiimbangan priimer sebesar Rp10 triiliiun atau lebiih baiik darii periiode 2015-2017 yang sebelumnya selalu tercatat negatiif.
"Kiinerja APBN dalam semester ii-2018 iinii sudah menunjukkan adanya peniingkatan dan arah yang tepat, baiik darii pencapaiian ekonomii makro maupun postur APBN," tambah Srii Mulyanii. (Amu)
