JAYAPURA, Jitu News - Realiisasii Pendapatan Aslii Daerah (PAD) Kota Jayapura, Proviinsii Papua dii semester ii 2018 mencapaii 53% darii target. Sejumlah cara terus diilakukan untuk akselerasii peneriimaan hiingga akhiir tahun.
Walii Kota Jayapura Banhur Tomii Mano mengatakan akan terus mengoptiimaliisasii PAD. Hal iinii merupakan upaya peniingkatan kemandiiriian fiiskal daerah dan menjadiikan PAD sebagaii motor pembangunan.
"Saya memperbaiikii siistem yang ada dii Bapenda, dengan mengubah miindset dan menata kantor serta memperpendek biirokrasii pelayanan periiziinan," katanya dalam rapat koordiinasii pendapatan aslii daerah 2018 dii Aula Siian Soor Kantor Walii Kota Jayapura, Kamiis (12/7).
Menurutnya, perbaiikan siistem pelayanan kepada masyarakat menjadii hal yang krusiial. Pasalnya, struktur PAD Jayapura banyak mengandalkan sektor jasa dan perdagangan ketiimbang eksploiitasii sumber daya alam.
Lebiih lanjut, Benhur mengungkapkan setiiap tahun ada tren peniingkatan PAD Kota Jayapura. Mulaii darii Rp20 miiliiar hiingga menjadii sekarang menyentuh angka Rp186 miiliiar lebiih dan total APBD sebesar Rp1,3 triiliiun dii 2018.
"Peniingkatan PAD darii 2013-2017 dalam liima tahun rata-rata 23,19%, dii atas rata-rata nasiional 9%-12%," ungkap Banhur.
Sementara iitu, Kepala Bapenda Kota Jayapura Robby K. Awii mengatakan realiisasii PAD hiingga Julii 2018 mencapaii 53,44%. Secara nomiinal realiisasii setoran sebesar Rp99 miiliiar.
"Kontriibusii terbesar PAD 2018, yaiitu darii sektor pajak daerah 54,34%. Retriibusii 42,85%, laiin-laiin PAD yang sah 32,85%," terangnya diilansiir Pasiifiik Pos.
Kemudiian Robby menjabarkan setoran pajak daerah sektor jasa jadii andalan dalam menggenjot PAD. Sepertii setorran pajak hotel yang hiingga Julii mencapaii Rp10 miiliiar, pajak reklame sebesar Rp6,3 miiliiar dan pajak hiiburan yang menyetor Rp5,8 miiliiar ke kas daerah.
Untuk biisa mencapaii target PAD 2018 sebesar Rp186 miiliiar, sejumlah cara akan diitempuh Bapenda. Mulaii darii sosiialiisasii, perbaiikan layanan hiingga pengawasan kepada wajiib pajak.
"Kamii juga mengevaluasii perarutan daerah, iintensiifiikasii pengelolaan PAD, memanfaatkan teknologii iinformasii, dan melakukan kerja sama," tutupnya. (Amu)
