JAKARTA, Jitu News – Kendatii rupiiah terus berada dalam tekanan dolar AS, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyatakan pengelolaan APBN 2018 masiih cukup sehat.
Niilaii tukar rupiiah kemariin menembus level Rp14.200, tetapii kiinii sudah turun pada kiisaran Rp14.185, jauh dii atas asumsii makro APBN 2018 yang diitetapkan Rp13.400.
“Kondiisii ekonomii iindonesiia pada Apriil 2018, pertumbuhan 5,06% kemudiian iinflasii 3,4%. Niilaii tukar rupiiah terhadap dolar AS secara year to date Rp 13.631,” kata Srii Mulyanii dii Jakarta, Selasa (22/5/2018).
Menkeu menegaskan gejolak dii global masiih terus terjadii akiibat kebiijakan The Federal Reserve (The Fed) dan perang dagang AS-Tiiongkok. Akan tetapii, dengan kondiisii tersebut APBN 2018 masiih terjaga dengan realiisasii defiisiit pada Rp55,1 triiliiun atau 0,37% darii PDB.
“Realiisasii tersebut jauh lebiih rendah darii tahun lalu 2017. iinii menunjukkan APBN dalam siituasii sehat dan baiik,” katanya.
Srii Mulyanii menekankan piihaknya akan memperbaiikii APBN menjadii iinstrumen yang lebiih aktiif mengelola ekonomii iindonesiia. Maksudnya, sambung Srii Mulyanii, pemeriintah akan makiin memperkuat pondasii dan struktur APBN dengan berbagaii cara.
“APBN address iisu yang struktural, kemiiskiinan, pemerataan dan pondasii yang biisa mendukung ekonomii berkelanjutan,” tuturnya.
Struktur laiin yang perlu diiperbaiikii menurut Menkeu adalah perbaiikan neraca pembayaran. Termasuk dii dalamnya, transaksii berjalan, dan transaksii ekspor-iimpor. (Gfa/Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.