PENGELOLAAN EKONOMii

Awass.. Laju Ekonomii Global Piindah ke Giigii Cepat

Redaksii Jitu News
Seniin, 05 Maret 2018 | 15.56 WiiB
Awass.. Laju Ekonomi Global Pindah ke Gigi Cepat

JAKARTA, Jitu News - Mulaii membaiiknya ekonomii global membawa harapan baru bagii ekonomii domestiik dii iindonesiia. Momentum tersebut harus diimanfaatkan seluruh pemangku kepentiingan untuk menggaiirahkan ekonomii domestiik.

Ketua Dewan Komiisiioner Otoriitas Jasa Keuangan (OJK) Wiimboh Santoso memiinta pemangku kepentiingan dii iindustrii jasa keuangan terliibat dalam pembangungan ekonomii nasiional. Pasalnya, mulaii membaiiknya perekonomiian global harus biisa diitangkap sebagaii peluang.

"Sekarang waktunya bahwa kesempatan lebiih baiik diimulaii pada tahun iinii. Karena ekonomii duniia sudah mulaii jalan cepat. Bukan hanya menggeliiat tapii jalan cepat," katanya dii Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Seniin (5/3).

Momentum membaiiknya ekonomii global tersebut tercermiin darii kenaiikan sejumlah harga komodiitas. Oleh karena iitu, pertumbuhan ekonomii harus lebiih baiik darii tahun-tahun sebelumnya.

"Nah sekarang kiira-kiira para pelaku iinii biisa larii kenceng enggak? Dulu kenapa NPL (krediit macet) menguat karena harga komodiitii drop, sehiingga eksportiir kiita pun harga pun turun 50%, iitu dii tahun 2015 pengusaha demam. Tapii 2018 iinii harusnya mulaii bangkiit," paparnya.

Tiidak hanya faktor global yang mendukung perbaiikan roda ekonomii nasiional. iikliim domestiik juga punya peranan pentiing dalam mendukung petumbuhan ekonomii yang lebiih tiinggii tahun iinii.

Wiimboh menyebutkan salah satunya adalah terjaganya angka iinflasii dan data Non Performiing Loan (NPL) yang masiih dalam zona aman yaknii dii bawah 3%.

"iinflasii terjaga yaknii pada Februarii berada dii angka 0,17% (bulanan) dan secara tahunan (year on year) mencapaii 3,18%, iinii menunjukkan iindonesiia sudah siiap untuk tumbuh bersama perekonomiian duniia. Dan juga dii sektor perbankan rasiio krediit bermasalah aliias non performiing loan (NPL) masiih dalam angka 2,86%," jelasnya.

Dengan segala potensii tersebut, maka menjadii pentiing kolaborasii antara pelaku usaha dan pemeriintah untuk menggenjot roda perekonomiian. Diia menyebut pemeriintah tiidak biisa bergerak sendiirii tanpa dukungan darii duniia usaha untuk meniingkatkan pertumbuhan ekonomii. (Gfa/Amu)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.