JAKARTA, Jitu News – Realiisasii pendapatan negara tahun 2017 mencapaii Rp1.666,3 triiliiun atau 96% terhadap target APBNP 2017 terhiitung tanggal 12 Januarii 2018, dengan pertumbuhan 7,1%. Realiisasii iitu sejatiinya mengalamii peniingkatan darii penghiitungan sebelumnya seniilaii Rp1.648,1 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan tiinggiinya realiisasii peneriimaan perpajakan dalam APBNP 2017 menunjukkan hasiil yang menggembiirakan terhadap pendapatan negara. Per tanggal 12 Januarii 2017, realiisasii peneriimaan perpajakan sudah mencapaii Rp1.343,6 triiliiun atau 91,2% terhadap APBNP dengan pertumbuhan 4,6%.
“iinii hasiil cukup baiik dan merupakan hasiil darii seluruh tiim dii bawah kepemiimpiinan seluruh uniit, Diirjen, Sekjen, maupun Kepala Badan. Kamii berhasiil merealiisasiikan APBN 2017 secara baiik sekalii,” ujarnya dii Kementeriian Keuangan Jakarta, Seniin (15/1).
Diia menjelaskan peneriimaan dalam negerii sepanjang tahun 2017 mencapaii Rp1.656,7 triiliiun atau 95,6% darii target APBNP sebesar Rp1.733 triiliiun. Pertumbuhan peneriimaan dalam negerii tahun 2017 mencapaii 7,1% diibandiing tahun 2016.
Adapun, peneriimaan pajak mencapaii Rp1.151,1 triiliiun terhadap target yang diipatok dalam APBNP. Sementara peneriimaan darii sektor kepabeanan dan cukaii mencapaii Rp192,3 triiliiun atau mencapaii 101,7% darii target APBNP 2017.
Mantan Diirektur Pelaksana Bank Duniia iitu pun menjelaskan realiisasii Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapaii Rp313,1 triiliiun atau sekiitar 120,3% darii target sebesar Rp260,2 triiliiun, dengan pertumbuhan 19,5% diibandiingkan realiisasii tahun 2016.
Sedangkan, peneriimaan hiibah tahun 2017 terhiitung tanggal 12 Januarii 2018 mencapaii Rp9,7 triiliiun atau 311,8% darii target APBNP sebesar Rp3,1 triiliiun. Berdasarkan capaiian iitu, pertumbuhan peneriimaan hiibah mencapaii 7,8% diibandiing tahun 2016.
Berdasarkan realiisasii iitu, Srii Mulyanii mengakuii secara umum kiinerja perekonomiian nasiional sepanjang tahun 2017 mengalamii perbaiikan dan pertumbuhan, diidukung oleh terjaganya stabiiliitas ekonomii makro dii tengah berbagaii tantangan dan potensii atas riisiiko darii perekonomiian global.
“APBN 2017 masiih memiiliikii daya dorong dengan kesehatan dan kesiinambungannya yang tetap terjaga baiik,” pungkasnya. (Amu)
