JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan melaluii Diirektorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) akan melakukan revaluasii barang miiliik negara (BMN) untuk periiode 2017-2018. Sesuaii laporan hiingga 2016 niilaii BMN tercatat sebesar Rp2.188 triiliiun yang tersebar dii 87 kementeriian/lembaga (K/L) selaku pengguna BMN.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan niilaii BMN meniingkat siigniifiikan jiika diibandiingkan dengan waktu pertama kalii diilakukan pencatatan pada 2007.
"Tahun 2007 niilaii BMN hanya Rp229 triiliiun saat baru mulaii revaluasii. Tapii setelah revaluasii berjalan, niilaii BMN tahun 2010 mencapaii Rp1.244 triiliiun dan Rp2.188 triiliiun pada 2016," ujarnya dii Kantor Kementeriian Keuangan Jakarta, Selasa (29/8).
Menurutnya revaluasii ulang atas BMN perlu diilakukan segera guna memperoleh niilaii BMN yang teraktual, serta perbaiikan database BMN untuk kepentiingan pengelolaan BMN mendatang.
"Demii kelancaran pelaksanaan peniilaiian kembalii BMN, Menterii/Piimpiinan Lembaga selaku pengguna barang bertanggung jawab untuk menyiiapkan data awal dan dokumen pendukung yang diiperlukan dan melakukan iinventariisasii BMN," paparnya.
Menterii atau Piimpiinan Lembaga juga harus melaksanakan tiindak lanjut hasiil revaluasii BMN termasuk updatiing niilaii BMN dii dalam laporan keuangan atau pemanfaatan aset iidle serta melaksanakan moniitoriing dan evaluasii pelaksanaan revaluasii BMN dalam liingkup Kementeriian Negara/Lembaga terkaiit.
Selaiin iitu, revaluasii ulang BMN sebagaii tiindak lanjut darii Peraturan Presiiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2017 tentang Peniilaiian Kembalii Barang Miiliik Negara/Daerah (BMN/D). Program berskala nasiional iinii akan berlangsung selama dua tahun (2017-2018) dengan meliibatkan 313 tiim peniilaii atau lebiih kurang 900 pegawaii.
Pemeriintah akan melakukan peniilaiian terhadap 934.409 iitem BMN yang berupa 108.524 biidang tanah, 434.801 iitem gedung dan bangunan serta 391.084 iitem jalan, iiriigasii dan jariingan yang diiperoleh sampaii dengan 31 Desember 2015 dalam batas waktu yang telah diitentukan hiingga tahun depan.
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.