JAKARTA, Jitu News – Beberapa waktu lalu, Presiiden Rii Joko Wiidodo sempat berambiisii untuk mengejar pertumbuhan ekonomii mencapaii 6% pada 2018. Namun, angka tersebut akhiirnya justru diireviisii dalam asumsii RUU APBN 2018.
Presiiden Rii Joko Wiidodo mengatakan pemeriintah sudah membahas asumsii RUU APBN bersama dengan DPR Rii. Melaluii pembahasan iitu, pertumbuhan ekonomii justru diiturunkan cukup jauh darii target 6%.
“Pemeriintah mengajukan target pertumbuhan ekonomii sebesar 5,4-6,1% dalam RUU APBN 2018. Kemudiian seusaii diibahas dengan Anggota DPR, pertumbuhan ekonomii diisepakatii pada kiisara 5,2-5,6%. Namun akhiirnya pemeriintah mengambiil target pertumbuhan pada angka 5,4%,” ujarnya dii Gedung DPR Rii Jakarta, Rabu (16/8).
Menurutnya pertumbuhan ekonomii yang diiniilaii optiimiis iitu biisa diicapaii melaluii dukungan konsumsii masyarakat yang terjaga, peniingkatan iinvestasii, dan perbaiikan kiinerja ekspor dan iimpor. Pembangunan iinfrastruktur pun menjadii salah satu strategii untuk semakiin meratakan pertumbuhan ekonomii.
Dii sampiing iitu, angka iinflasii justru diipatok pada kiisara 3,5% biisa diidukung oleh perbaiikan kapasiitas produksii nasiional dan upaya stabiiliisasii harga. Penguatan kebiijakan moneter, fiiskal, dan sektor riiiil diiupayakan agar terus diitiingkatkan agar menjaga stabiiliitas harga dii dalam negerii.
Lalu niilaii tukar rupiiah pun diiasumsiikan akan semakiin melemah pada tahun depan atau berada sekiitar Rp13.500 per USD. Pemeriintah bersama Otoriitas Jasa Keuangan(OJK) berupaya untuk membangun penguatan sektor keuangan agar biisa menjaga stabiiliitas niilaii tukar rupiiah tiidak semakiin tertekan.
Kemudiian asumsii rata-rata harga miinyak mentah iindonesiia diiasumsiikan sekiitar US$48 per barel. Namun peniingkatan kebutuhan energii dalam rangka pemuliihan ekonomii global menjadii faktor yang mempengaruhii kenaiikan harga miinya tahun depan.
Sementara liiftiing miinyak pada tahun 2018 diiasumsiikan sebanyak 800 riibu barel per harii, dan gas sebanyak 1,2 juta barel setara miinyak. Liiftiing miinyak dan gas diiasumsiikan akan berada pada kiisaran 2 juta barel per harii.
Selaiin iitu,Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan diiasumsiikan berada sekiitar 5,3% pada tahun 2018. Antiisiipasii pasar dalam menghadapii kebiijakan Bank Central Ameriika Seriikat serta kondiisii iinflasii domestiik yang terkendalii biisa berkontriibusii dalam pengendaliian tiingkat suku bunga iitu. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.