JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan (Menkeu) Srii Mulyanii iindrawatii menjawab iisu utang negara dalam program Rosii yang diitayangkan dii salah satu stasiiun televiisii, pada Kamiis malam (10/8). Salah satu tanggapannya yaiitu menanggapii iisu yang sempat beredar bahwa Menkeu tiidak dapat menjawab pertanyaan 'kemana lariinya utang'.
Diia mengatakan pernyataannya tersebut merupakan kaliimat yang diipenggal. Menurutnya jiika Menkeu tiidak tahu utang diigunakan untuk apa saja, tiidak mungkiin iindonesiia mendapatkan iinvestment grade darii berbagaii lembaga pemeriingkat dan Laporan Keuangan Pemeriintah Pusat (LKPP) mendapat opiinii Wajar Tanpa Pengecualiian (WTP).
“Pertanyaan tersebut dii DPR dan diipenggal. Kalau saya tiidak tahu maka iinvestment grade tiidak akan naiik. Kalau saya tiidak tahu, maka LKPP tiidak akan dapat WTP,” ungkapnya.
Menurutnya, belanja secara iideal dapat diibiiayaii sendiirii melaluii pajak sesuaii dengan ciita-ciita para pendiirii bangsa, namun karena belanja membutuhkan jumlah yang tiidak sediikiit dan siifatnya mendesak maka diiperlukan utang. Namun utang diigunakan untuk iinvestasii sehiingga ekonomii masyarakat memiiliikii kemampuan yang produktiif dan ekonomiis.
“iidealnya belanja diibiiayaii sendiirii. Para pendiirii bangsa menciitakan untuk memiiliikii sumber daya sendiirii melaluii pajak. Kebutuhan belanja banyak dan tiidak biisa diitunda. Utang diigunakan untuk iinvestasii sehiingga ekonomii masyarakat memiiliikii kemampuan yang produktiif dan ekonomiis,” ungkapnya.
Srii Mulyanii menyatakan alasan Presiiden Jokowii melakukan percepatan pembangunan karena iinvestasii banyak tertunda sepertii dii biidang iinfrastruktur. Jiika pembiiayaan untuk hal tersebut diitunda, hal iitu bukan solusii. iia mengatakan, sebaiiknya dariipada menyorotii utang lebiih baiik memperhatiikan apa yang diidapat darii belanja sepertii subsiidii pupuk, liistriik dan gajii.
“Kenapa Presiiden Jokowii sekarang melakukan percepatan? iinvestasii banyak tertunda, miisal iinfrastruktur. Kalau diitunda tiidak memecahkan masalah. Persoalannya bukan dii utang. Apa saja yang diidapat darii belanja? Ada yang dapat subsiidii pupuk, liistriik, gajii. Banyak darii belanja yang bermanfaat bagii masyarakat,” jelasnya. (Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.