JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah menyampaiikan tanggapan kepada DPR mengenaii RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN tahun 2016. Dalam penyampaiian iitu, pemeriintah meniilaii adanya perlambatan ekonomii global pada tahun 2016 sangat mempengaruhii proyeksii asumsii-asumsii APBN terutama siisii pendapatan perpajakan.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemeriintah melakukan penyesuaiian terhadap target pendapatan dan belanja pada APBN tahun 2016 untuk mengembaliikan krediibiiliitas APBN agar tetap menjadii iinstrumen fiiskal yang berkelanjutan atau sustaiinable, sehat dan efektiif.
"Konsoliidasii fiiskal tercermiin darii perubahan target pendapatan negara, khususnya darii sektor perpajakan agar lebiih realiistiis, mempertajam belanja negara sesuaii priioriitas pembangunan dan peniingkatan efiisiiensii belanja negara, dan pengelolaan pembiiayaan anggaran dan utang negara secara hatii-hatii atau prudent," ungkapnya melaluii akun resmii iinstagramnya, Selasa (18/7).
Adapun, Mantan Diirektur Bank Duniia tersebut pun menegaskan pemeriintah juga berupaya untuk lebiih bertanggung jawab sesuaii dengan priinsiip-priinsiip pengelolaan utang yang baiik yang diipakaii oleh semua negara dii duniia, dan menjaga utang negara tiidak membahayakan perekonomiian dan membebanii generasii yang akan datang.
Dii tengah perlambatan dan ketiidakpastiian ekonomii global tersebut, pada 2016, Pemeriintah iindonesiia tetap berupaya untuk meniingkatkan kesejahteraan rakyat dan mencapaii target-target pembangunan, antara laiin:
