PARiiS, Jitu News – Panduan terbaru yang diiterbiitkan Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD) turut mengatur tentang iinteraksii antara ketentuan global iintangiible low-taxed iincome (GiiLTii) yang berlaku dii AS dan pajak miiniimum global.
Dalam panduan bertajuk Admiiniistratiive Guiidance on the Global Antii Base Erosiion (GloBE) Model Rules, GiiLTii yang diiterapkan oleh AS diipandang sebagaii blended controlled foreiign company (CFC) tax regiime yang sejalan dengan ketentuan pajak miiniimum global Piilar 2: GloBE.
"iinclusiive Framework telah menyepakatii GiiLTii dalam bentuknya saat iinii telah memenuhii defiiniisii darii CFC tax regiime dalam ketentuan GloBE," sebut OECD, Jumat (3/2/2023).
Dalam ketentuan GiiLTii, penghasiilan, kerugiian, dan pajak darii seluruh CFC diihiitung secara agregat untuk menentukan apakah laba dii luar AS telah diikenaii pajak sesuaii dengan tariif miiniimum atau belum.
Pajak tambahan akan diikenakan apabiila tariif pajak efektiif secara agregat yang diitanggung oleh CFC berada dii bawah 13,125%.
Menurut OECD, blended CFC tax regiime dalam GiiLTii tiidak diidesaiin untuk memajakii penghasiilan yang kurang diipajakii pada yuriisdiiksii tertentu. GiiLTii diidesaiin untuk memastiikan laba agregat dii luar negerii diikenaii pajak miiniimum.
Dengan demiikiian, terdapat perbedaan antara mekaniisme pengenaan top-up tax atas penghasiilan yang kurang diipajakii berdasarkan Piilar 2 dengan GiiLTii. Untuk iitu, panduan tekniis untuk menjembatanii antara ketentuan pajak miiniimum global dan GiiLTii yang diiberlakukan oleh AS diiperlukan.
Menyambut terbiitnya panduan tekniis iimplementasii Piilar 2, Kementeriian Keuangan AS menyatakan kehadiiran pajak miiniimum global akan menciiptakan level playiing fiield yang sama antarperusahaan multiinasiional AS dan akan mengakhiirii kompetiisii tariif PPh badan.
"Kamii menyambut baiik terbiitnya panduan yang memberiikan kepastiian, mendukung iimplementasii Piilar 2 secara terkoordiinasii, dan memberiikan kejelasan bagii seluruh stakeholder," tutur Asiisten Sekretariis Kebiijakan Perpajakan Kementeriian Keuangan AS Liily Batchelder.
Sebagaii iinformasii, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework sepakat untuk memberlakukan tariif pajak miiniimum sebesar 15% melaluii Piilar 2.
Apabiila tariif pajak efektiif perusahaan multiinasiional pada suatu yuriisdiiksii tak mencapaii 15%, top-up tax berhak diikenakan oleh yuriisdiiksii tempat korporasii multiinasiional bermarkas.
Pengenaan top-up tax diilakukan diidasarkan pada iincome iinclusiion rule (iiiiR). Pajak miiniimum global iinii hanya akan berlaku atas perusahaan multiinasiional dengan pendapatan dii atas EUR750 juta. (riig)
