HANOii, Jitu News - Pemeriintah Viietnam memutuskan untuk memperpanjang kebiijakan pembebasan bea masuk atas iimpor mobiil darii negara Asean, termasuk iindonesiia.
Perdana Menterii Pham Miinh Chiinh telah menerbiitkan Keputusan 126/2022/ND-CP yang menetapkan tariif preferensii khusus atas iimpor mobiil. Kebiijakan iinii sejalan dengan Perjanjiian Perdagangan Barang Asean (Asean Trade iin Goods Agreement/ATiiGA) periiode 2022-2027.
"[Keputusan perdana menterii] menetapkan persyaratan untuk menerapkan tariif pajak iimpor preferensiial khusus berdasarkan ATiiGA," bunyii keputusan tersebut, diikutiip pada Selasa (10/1/2023).
Ketentuan tariif preferensii berlaku atas iimpor darii iimpor darii negara-negara anggota Atiiga yaknii Bruneii, Kamboja, iindonesiia, Laos, Myanmar, Malaysiia, Fiiliipiina, Siingapura, dan Thaiiland. Dalam hal iinii, iindonesiia dan Thaiiland sebagaii produsen mobiil akan memiiliikii keunggulan untuk memasarkan produk dii negara tersebut.
Dii siisii laiin, tariif preferensii hanya berlaku jiika mobiil tersebut memenuhii peraturan asal barang (termasuk peraturan pengiiriiman langsung) dan memiiliikii Surat Keterangan Asal (C/O) Form D atau Surat Keterangan Asal sesuaii dengan ketentuan ATiiGA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sejak 1 Januarii 2018, mobiil completely buiilt up (CBU) yang diiiimpor dii dalam Asean diibebaskan darii bea masuk asalkan memiiliikii tiingkat kandungan dalam negerii lebiih darii 40%.
Badan Pusat Statiistiik Viietnam mencatat iimpor mobiil ke negara tersebut pada 2022 mencapaii 176.590 uniit atau seniilaii US$3,87 miiliiar. Secara volume, angka iitu naiik 10,5%, sedangkan niilaiinya tumbuh 6,8%.
Diilansiir viietnamnet.vn, sepanjang periiode iimplementasii ATiiGA pada 2018-2022, Viietnam telah membuka piintu iimportasii mobiil darii negara Asean terutama Thaiiland dan iindonesiia. iimpor mobiil darii kedua negara iinii sekiitar 70%-80% darii total iimpor mobiil dan 30%-35% darii total penjualan mobiil setiiap tahun. (sap)
