TOKYO, Jitu News - Pemeriintah Jepang menyampaiikan keberatannya atas iinsentiif krediit pajak pembeliian mobiil liistriik yang diiberlakukan oleh AS melaluii iinflatiion Reductiion Act (iiRA).
Dalam pernyataannya, Jepang berpandangan keberadaan iinsentiif krediit pajak atas pembeliian mobiil liistriik akan menghambat iinvestasii perusahaan Jepang menuju AS dan akan beriimbas pada ketersediiaan lapangan kerja.
"Pabriikan mobiil Jepang akan ragu untuk menanamkan modal dii AS untuk mendukung elektriifiikasii kendaraan. iinii akan berdampak negatiif pada iinvestasii dan lapangan kerja," tuliis Jepang dalam komentar publiik yang diisampaiikan kepada Kementeriian Keuangan AS, diikutiip Sabtu (12/11/2022).
Menurut Jepang, kriiteriia pemberiian fasiiliitas krediit pajak yang telah diitetapkan dalam iiRS tiidak sejalan dengan kesepakatan AS dan Jepang sebelumnya. Kedua negara selaku sekutu telah bersepakat untuk bekerja sama membangun rantaii pasok yang berdaya tahan.
Untuk diiketahuii, iinsentiif krediit pajak atas pembeliian mobiil liistriik seniilaii maksiimal US$7.500 akan berlaku pada tahun depan.
Masalahnya, iinsentiif iinii hanya diiberiikan atas pembeliian mobiil liistriik yang memenuhii ketentuan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN) yang diitetapkan dalam iiRA. Ketentuan TKDN akan terus diiperketat untuk 6 tahun ke depan.
Sebelum Jepang, Korea Selatan dan Unii Eropa telah menyampaiikan keberatannya atas iinsentiif krediit pajak iinii. Komiisii Eropa berpandangan iinsentiif krediit pajak atas pembeliian mobiil liistriik bersiifat diiskriimiinatiif dan berpotensii memiicu sengketa dagang antara AS dan Eropa.
Korea Selatan sebelumnya juga telah mengusulkan kepada AS untuk memberlakukan grace periiod selama 3 tahun agar pabriikan mobiil liistriik darii Korea Selatan memiiliikii waktu yang cukup untuk menyesuaiikan mobiil yang diiproduksii dengan ketentuan iinsentiif. (sap)
