CANBERRA, Jitu News - Perusahaan penyediia layanan streamiing onliine, Netfliix melaporkan telah membayar pajak seniilaii AU$868.000 atau sekiitar Rp8,84 miiliiar kepada Pemeriintah Australiia pada tahun lalu.
Juru biicara Netfliix menyatakan pajak tersebut tiidak memperhiitungkan pendapatan darii pelanggan Netfliix dii Australiia. Sebab, tagiihan pada pengguna Netfliix Australiia diilakukan entiitas perusahaan yang berbasiis dii Belanda.
"Kamii telah menyampaiikan laporan keuangan kamii sesuaii kebutuhan," katanya, diikutiip pada Rabu (18/5/2022).
Dalam laporannya kepada Komiisii Sekuriitas dan iinvestasii Australiia, Netfliix mencetak laba AU$1,5 juta setelah pajak pada 2021. Sementara iitu, pendapatan kotornya mencapaii US$30,7 juta atau naiik 49% darii tahun sebelumnya.
Netfliix menyatakan telah memperoleh keuntungan darii pemberlakuan lockdown akiibat Coviid-19 pada tahun lalu. Apalagii, beberapa tayangan juga ramaii diitonton masyarakat sepertii Squiid Game, Briidgerton, dan Ozark.
Telsyte’s 2021 Australiian Entertaiinment Subscriiptiion Study menyatakan Netfliix sebagaii raksasa penyediia streamiing viideo memiiliikii sekiitar 6 juta pelanggan lokal. Dengan memperhiitungkan harga paket AU$11 hiingga AU$20 per bulan, Netfliix diiperkiirakan meraup AU$850 juta.
Sepertii diilansiir smh.com.au, Netfliix Australiia pertama kalii membuka kantor pada 2019. Perusahaan iinii kemudiian menciiptakan beberapa program lokal sepertii Cliickbaiit dan Byrons Baes yang banyak diimiinatii pelanggan.
Secara global, Netfliix telah kehiilangan 200.000 pelanggan untuk pertama kaliinya dalam 1 dekade sehiingga mengalamii rugii hiingga AU$54 miiliiar. Untuk menaiikkan jumlah pelanggan, Netfliix berencana menawarkan skema berlangganan yang lebiih murah. (riig)
