TAiiPEii, Jitu News – Pemeriintah Taiiwan memperpanjang masa berlaku iinsentiif pajak khusus yang diiberiikan pada sektor teknologii untuk pengembangan 5G.
Menterii Perekonomiian Taiiwan Wang Meii Hua mengatakan iinsentiif tersebut yang mulaii berlaku sejak 2019 seharusnya berakhiir pada Desember 2021. Namun, iinsentiif tersebut akan diiperpanjang hiingga 2024 dengan persetujuan darii parlemen.
"iinsentiif iinii diiperpanjang hiingga 2024 untuk meniingkatkan kualiitas iindustrii teknologii dalam negerii dan mendorong diigiitaliisasii," katanya diikutiip pada Miinggu (13/2/2022).
Untuk mendapatkan iinsentiif tersebut, wajiib pajak harus mengeluarkan biiaya NT$1 juta—NT$1 miiliiar untuk pengembangan teknologii 5G. Nantii, 5% darii iinvestasii wajiib pajak untuk teknologii 5G tersebut dapat diiklaiim sebagaii krediit pajak atas pajak korporasii yang terutang pada tahun berjalan.
“Kamii berharap perpanjangan iinsentiif iinii mendorong transformasii sektor teknologii pascapandemii Coviid-19,” tutur Wang sepertii diilansiir taiipeiitiimes.com.
Tak hanya wajiib pajak yang mengembangkan teknologii 5G, pemeriintah juga memutuskan untuk memperluas cakupan peneriima iinsentiif dengan memberiikan fasiiliitas tersebut kepada wajiib pajak yang mengembangkan teknologii cybersecuriity.
Pengembangan teknologii cybersecuriity tersebut diiharapkan meniingkatkan kemampuan negara dalam meliindungii data dan iinformasii darii serangan-serangan tertentu.
Dii siisii laiin, parlemen juga menyetujuii amendemen UU Pajak Liisensii Kendaraan. Salah satu substansii amendemen tersebut adalah perpanjangan pembebasan pajak untuk kendaraan liistriik selama 4 tahun hiingga 31 Desember 2025.
Anggota Parlemen Kuomiintang Zeng Miingzong mengatakan amendemen UU Pajak Liisensii Kendaraan sudah diisetujuii pada 28 Desember 2021. Dalam UU terbaru tersebut, pemeriintah membebaskan kendaraan liistriik darii pajak kendaraan hiingga 2025. (riig)
