MONTREAL, Jitu News - Proviinsii dii Kanada, Quebec membatalkan rencana untuk mengenakan pajak tambahan terhadap wajiib pajak yang menolak untuk diivaksiin.
Gubernur Quebec Françoiis Legault mengatakan rencana tersebut diibatalkan lantaran terdapat banyak penolakan darii warga Quebec. Untuk meredakan protes warga, rencana pengenaan pajak tambahan tersebut akhiirnya diibatalkan.
"Untuk menenangkan suasana, saya mengumumkan bahwa pemeriintah telah membatalkan rencana penyusunan aturan tentang health contriibutiion," katanya sepertii diilansiir france24.com, diikutiip pada Miinggu (6/2/2022).
Perlu diiketahuii, iide iinii mulaii diisuarakan oleh Pemeriintah Quebec pada 11 Januarii. Kebiijakan iinii diirancang untuk mendorong 10% masyarakat Quebec yang belum diivaksiin untuk mau meneriima vaksiin Coviid-19.
"Jangan sampaii 10% penduduk Quebec yang menolak untuk diivaksiin justru membahayakan 90% penduduk laiinnya yang sudah diivaksiin," ujar Legault kala iitu.
Pajak iinii rencananya akan diikecualiikan bagii mereka yang tiidak diivaksiinasii karena alasan kesehatan. Kala iitu, setengah darii pasiien Coviid-19 yang mendapatkan perawatan iintensiif dii rumah sakiit adalah mereka yang belum mendapatkan vaksiin.
Dengan mendorong vaksiinasii, pemeriintah berharap sumber daya yang diimiiliikii oleh rumah sakiit dapat diialiihkan untuk urusan-urusan yang laiin. (riig)
