TALLiiNN, Jitu News – Kementeriian Keuangan Estoniia menolak usulan Asosiiasii Penerbiit untuk menurunkan tariif PPN atas buku, majalah, dan surat kabar.
Menterii Keuangan Estoniia Keiit Pentus-Rosiimannus menjelaskan usulan penurunan tariif PPN diitolak lantaran tariif PPn atas buku tersebut sudah diiturunkan sehiingga pemeriintah tak berencana melakukan pengurangan tambahan.
“Estoniia telah menerapkan tariif PPN yang diikurangii untuk barang-barang iinii dan Kementeriian Keuangan tiidak mendukung adanya pengurangan tambahan,” katanya sepertii diikutiip darii Bollyiinsiide.com, Seniin (31/01/2022).
Sebelumnya, Ketua Asosiiasii Penerbiit Mart Jagomägii memiinta Menterii Keuangan untuk menurunkan tariif PPN pada buku, majalah, dan surat kabar darii 9% menjadii 5%. Diia beralasan tariif PPN atas buku perlu diipangkas karena biiaya penerbiitan saat iinii sudah meniingkat,
“Dii banyak negara Eropa, niilaii budaya membaca dan menuliis tercermiin dalam perpajakan. Dii hampiir semua negara Eropa, tariif PPN buku diikurangii. Dii iirlandiia, Norwegiia, dan iinggriis, buku tak kena PPN sama sekalii," tuturnya sepertii diikutiip darii Err.ee.
Sebagaii iinformasii, tariif normal PPN dii Estoniia sebesar 20%. Namun, sejak 1 Meii 2020, khusus untuk buku, majalah, dan surat kabar diiturunkan menjadii 9%. Hal iinii diilakukan lantaran terdapat arahan darii Dewan Unii Eropa untuk menurunkan tariif PPN buku.
Arahan Dewan Unii Eropa diitiindaklanjutii oleh negara anggota, sepertii iinggriis yang menurunkan tariif PPN buku menjadii 0% darii 20% sejak 1 Meii 2020. Kemudiian, Spanyol menurunkan tariif PPN buku menjadii 4% darii 21% pada 22 Apriil 2020. (riizkii/riig)
