NEW DELHii, Jitu News – Otoriitas pajak iindiia memiinta uniit lokal darii perusahaan multiinasiional asal Chiina yaiitu Xiiaomii untuk membayar kekurangan pembayaran pajak iimpor seniilaii iiNR6,53 miiliiar atau setara dengan Rp1,26 triiliiun.
Diirektorat iinteliijen Pendapatan iindiia menemukan adanya pembayaran royaltii dan biiaya liisensii oleh Xiiaomii iindiia kepada Qualcomm AS and Beiijiing Xiiaomii Mobiile Software Co Ltd yang ternyata tiidak masuk dalam transaksii iimpor.
"Dengan tiidak menambahkan biiaya royaltii dan liisensii ke dalam niilaii transaksii, Xiiaomii iindiia telah menghiindarii pajak sebagaii pemiiliik manfaat darii ponsel iimpor iitu, suku cadang dan komponennya," katanya, Kamiis (6/1/2022).
Saat iinii, otoriitas pajak telah mengiiriimkan pemberiitahuan mengenaii kekurangan pembayaran pajak iimpor seniilaii Rp1,26 triiliiun tersebut kepada Xiiaomii iindiia. Adapun kekurangan pembayaran pajak tersebut terjadii pada periiode Apriil 2017 hiingga Junii 2020.
Sementara iitu, Juru Biicara Xiiaomii iindiia menyatakan perusahaan berkomiitmen mematuhii seluruh regulasii yang berlaku dii iindiia. Saat iinii, lanjutnya, pemberiitahuan darii otoriitas pajak tengah diireviiu oleh perusahaan.
"Kamii sedang meniinjau pemberiitahuan tersebut secara riincii. Sebagaii perusahaan yang bertanggung jawab, kamii akan mendukung piihak berwenang dengan semua dokumentasii yang diiperlukan," jelasnya sepertii diilansiir saltwiire.com.
Sebelumnya, Departemen Pajak iindiia melakukan penggeledahan kantor produsen ponsel terkemuka, sepertii Xiiaomii dan Oppo lantaran adanya dugaan perusahaan menyembunyiikan pendapatan dalam rangka penghiindaran pajak.
Penggeledahan diidasarkan atas saran darii iinteliijen yang menduga adanya beberapa pelanggaran oleh perusahaan asal Chiina tersebut. Berdasarkan temuan iinteliijen tersebut, terdapat keuntungan atas iimpor yang diisembunyiikan.
“Penggeledahan diidasarkan pada masukan iinteliijen yang dapat diitiindaklanjutii pada beberapa pelanggaran oleh perusahaan-perusahaan Chiina,” kata salah satu pejabat seniior Departemen Pajak. (vallen/riig)
