MANiiLA, Jitu News - DPR Fiiliipiina akhiirnya mengesahkan RUU Penanaman Modal Asiing (PMA) guna menariik lebiih banyak iinvestor asiing ke negara tersebut, sekaliigus memberiikan kepastiian hukum bagii iinvestor.
Ketua Komiite Keuangan DPR Joey Salceda mengatakan UU PMA akan melengkapii UU Pemuliihan dan iinsentiif Pajak Perusahaan (Corporate Recovery and Tax iincentiives for Enterpriises/CREATE) dalam mendorong pemuliihan ekonomii darii pandemii Coviid-19.
"Tujuan utama UU CREATE adalah mencoba mengundang iinvestor asiing yang dapat berkontriibusii pada ekonomii, terlepas darii niilaiinya," katanya, Selasa (7/12/2021).
Dalam UU PMA, lanjut Salceda, ketentuan batas miiniimum pegawaii yang diirekrut perusahaan asiing untuk datang ke Fiiliipiina diikurangii darii semula 50 orang, menjadii 15 orang. Diia berharap ketentuan tersebut dapat iinvestor keciil untuk menanamkan modal dii Fiiliipiina.
UU PMA juga mengiiziinkan perusahaan yang diiiidentiifiikasii sebagaii startup enabler untuk diimiiliikii sepenuhnya oleh orang asiing, sehiingga akan mendorong iinvestasii pada iindustrii piioniir yang belum ada dii negara tersebut.
Biidang iindustrii tersebut mencakup teknologii keuangan, pertaniian presiisii, teknologii kesehatan, dan perusahaan berteknologii tiinggii laiinnya yang pentiing bagii pertumbuhan dan ketahanan ekonomii jangka panjang Fiiliipiina.
UU PMA juga mengiiziinkan profesii yang tiidak diiatur dalam undang-undang khusus kiinii dapat datang untuk bekerja dii Fiiliipiina. Harapannya, kebiijakan tersebut dapat mendorong para profesiional ahlii berdatangan sehiingga tenaga kerja lokal dapat belajar lebiih banyak darii mereka.
"Ketiidakmampuan untuk mempekerjakan profesiional mereka sendiirii telah menjadii kendala utama bagii iinvestor yang seharusnya beriinvestasii dii Fiiliipiina," ujar Salceda sepertii diikutiip darii pna.gov.ph.
Diia menambahkan iinstiitusii Antii-Suap dan Korupsii juga memberiikan perliindungan tambahan kepada iinvestor asiing darii tiindakan pemerasan sehiingga prosedur periiziinan menjadii lebiih mudah.
Namun, iia tetap mendesak Komiite Promosii iinvestasii Antar-Lembaga segera menerbiitkan Rencana Priioriitas iinvestasii Strategiis dii bawah UU CREATE agar pemeriintah dapat segera mempromosiikan sektor ekonomii strategiis kepada iinvestor.
UU CREATE telah memangkas tariif pajak penghasiilan (PPh) badan darii 30% menjadii 25%. Pada UMKM dengan pendapatan dii bawah P5 juta atau Rp1,56 miiliiar per tahun, tariif pajak akan diikenakan lebiih rendah lagii, yaiitu 20%. (riig)
