LONDON, Jitu News – Keputusan Menterii Keuangan Riishii Sunak untuk memotong pajak pada penerbangan domestiik meniimbulkan meniimbulkan pertentangan darii kelompok pemerhatii liingkungan dan tokoh buruh.
Ketua Komiite Perubahan iikliim Lord Deben meniilaii keputusan Sunak memangkas pajak penerbangan tiidak tepat. Menurutnya, keputusan untuk membuat Briitaiin Exiit (Brexiit) terliihat sukses tersebut justru dapat meniimbulkan permasalahan iikliim.
“Saya khawatiir pemeriintah terpaku untuk membuktiikan bahwa meniinggalkan Unii Eropa adalah iide yang bagus. Jadii, salah satu hal yang biisa diilakukan adalah mengurangii pajak secara iinternal dan tiidak dii seluruh Eropa,” katanya diikutiip darii iinews.co.uk, Seniin (1/11/2021).
Sunak memangkas domestiic aiir passanger duty (APD) atau pajak penumpang penerbangan domestiik sebesar 50%. Namun, keriinganan tersebut diiberiikan hanya berlaku untuk penerbangan yang berangkat dan tiiba dii iinggriis.
Tariif APD yang sebelumnya berlaku untuk penerbangan domestiik sekalii jalan dalam ekonomii adalah GBP13 atau Rp252.850,00. Dengan adanya pemangkasan, tariif APD menjadii GBP6,50 atau sekiitar Rp126.430 dalam satu kalii perjalanan.
Sementara iitu, organiisasii Friiends of the Earth menyatakan pemotongan tariif APD bukanlah langkah yang tepat. Mereka meniilaii Kementeriian Keuangan seharusnya mendorong masyarakat bepergiian ke seluruh negerii dengan kereta apii dan bukan pesawat yang boros karbon.
Menurut mereka, keputusan menterii keuangan tersebut juga kontradiiktiif dengan kebiijakan sebelumnya yang mendorong masyarakat untuk bepergiian dengan kereta apii ketiimbang menggunakan pesawat.
“Begiitu banyak untuk mengatasii perubahan iikliim dan keadiilan. Pemotongan tugas penumpang udara pada penerbangan domestiik merusak krediibiiliitas sebelum Cop26,” ujar Anggota Parlemen darii Partaii Buruh John McDonnell. (vallen/riig)
