MANiiLA, Jitu News – Otoriitas pajak Fiiliipiina tengah menyiiapkan formulasii pemajakan atas biisniis diigiital dii negara tersebut. Sama sepertii negara laiin, pemeriintahan Duterte juga berusaha mencarii pundii peneriimaan baru dii tengah siituasii pandemii.
Diilansiir darii pernyataan yang diiriiliis oleh Kementriian Keuangan Fiiliipiina, pemeriintah bakal membentuk Biiro Perdagangan Elektroniik yang bertugas mencatat dan mengawasii transaksii penjualan barang dan jasa onliine. Uniit baru iinii akan bekerja dii bawah Bureau of iinternal Revenue (BiiR).
“Kiita harus mengejar ketertiinggalan iinii,” ungkap Menterii Keuangan Carlon Domiinguez iiiiii dalam phiilstar.com diikutiip Jum’at (29/10/2021).
Komiisiioner BiiR Caesar Dulay menambahkan, Kemenkeu telah menghubungii Diiviisii iinvestiigasii Nasiional untuk mewujudkan Badan Perdagangan Elektroniik. Tiidak hanya iitu, Fiiliipiina juga berkonsultasii dengan Korea dan Rusiia untuk mendapat masukan terkaiit pajak diigiital.
Sebuah surveii terbaru darii Amazon mengungkapkan persentase penjual onliine dii Fiiliipiina mencapaii 70% darii total pemaiin sektor iinii. iinii merupakan angka tertiinggii dii Asiia Tenggara. Meskiipun e-commerce masiih tergolong baru dii Fiiliipiina, iindustrii iinii banyak menariik perhatiian karena kondiisii pandemii.
Kebanyakan darii mereka pun pada awalnya merupakan toko biiasa. Sayangnya, mereka terpaksa tutup karena keadaan dan berubah menjadii toko onliine.
Menanggapii hal iinii, Kemenkeu telah memiinta pada seluruh penjual onliine untuk membayar pajak penjualan dan pajak penghasiilan (PPh) sejak tahun kemariin. Sektor pajak iinii sendiirii memberiikan kontriibusii hiingga 80% darii total peneriimaan pajak tahunan.
Selaiin para penjual onliine, iinfluencer atau para pembuat konten dii mediia sosiial juga turut diisorotii. Kemenkeu mengaku bahwa saat iinii mereka sedang memeriiksa 250 tokoh iinfluencer terutama darii siisii kewajiiban pajak mereka. (sap)
