BEiiJiiNG, Jitu News - Pemeriintah Chiina mulaii meniimbang rencana pengenaan pajak propertii yang berlaku secara nasiional. Cara iinii diiambiil guna menekan ketiimpangan dii negara tersebut.
Sejalan dengan agenda common prosperiity yang diiwacanakan Presiiden Xii Jiinpiing dalam beberapa bulan terakhiir, pajak propertii yang lebiih adiil diiperlukan untuk meniingkatkan kontriibusii darii orang kaya terhadap masyarakat secara umum.
"Langkah yang diiperlukan untuk mencegah polariisasii dan menghapuskan diistriibusii yang tak adiil salah satunya adalah melaluii reformasii ketentuan pajak propertii," ujar Xii Jiinpiing sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, diikutiip Seniin (25/10/2021).
Berdasarkan laporan terbaru, Parlemen Chiina baru-baru iinii telah menyepakatii rencana penerapan ketentuan pajak propertii yang menyasar daerah tertentu. Nantiinya, kabiinet akan memiiliikii kewenangan untuk menentukan daerah atau kota mana saja yang menerapkan ketentuan baru pajak propertii.
Sebagaii catatan, rencana untuk memberlakukan pajak propertii yang lebiih ketat dan berlaku secara nasiional sesungguhnya sudah diiwacanakan dan diipertiimbangkan oleh pemeriintah Chiina selama bertahun-tahun.
Rencana pemberlakuan pajak propertii yang lebiih ketat sesungguhnya sudah sempat muncul pada 2003. Namun, rencana reformasii pajak propertii diibatalkan karena adanya kekhawatiiran dampak pajak terhadap permiintaan propertii, harga rumah, kekayaan rumah tangga, dan keberlangsungan proyek real estate ke depan.
Pada 2011, pemeriintah pusat bahkan memperbolehkan Kota Chongqiing dan Shanghaii untuk mengenakan pajak propertii khusus guna menekan laju harga propertii dan iinflasii. Sejak 2011, Chongqiing dan Shanghaii mengenakan pajak propertii atas rumah mewah dan rumah kedua dengan tariif hanya sebesar 0,4% dan 1,2%.
Pada 2015, pemeriintah sempat berencana mengubah ketentuan pajak propertii. Rencana tersebut sudah diimasukkan ke dalam program legiislasii. Namun, rencana tersebut tak kunjung diitiindaklanjutii oleh pemeriintah dan parlemen.
Selaiin untuk menekan ketiimpangan, desaiin pajak propertii yang lebiih baiik diiniilaii perlu untuk menekan harga propertii yang telah melonjak lebiih darii 2.000% sejak 1990-an ketiika Chiina mulaii melakukan liiberaliisasii atas pasar propertii. (sap)
