KUALA LUMPUR, Jitu News - Asosiiasii pemiiliik kapal, Malaysiia Shiipowners Associiatiion (MASA) memiinta pemeriintah memberiikan keriinganan pajak untuk mendukung pemuliihan sektor usaha tersebut.
Ketua MASA Abdul Hak Md Amiin mengatakan perusahaan perkapalan termasuk yang mengalamii tekanan akiibat pandemii Coviid-19. Menurutnya, pemeriintah dapat memberiikan keriinganan pajak untuk pengusaha perkapalan dalam APBN 2022.
"iindustrii mengharapkan adanya keriinganan pajak untuk kapal yang diibangun dii galangan kapal lokal," katanya, diikutiip pada Miinggu (10/10/2021).
Abdul menuturkan pandemii telah menyebabkan iindustrii mariitiim dan perkapalan sepii sehiingga banyak perusahaan menghadapii kesuliitan keuangan. Menurutnya, keriinganan pajak akan membantu sektor usaha tersebut puliih kembalii tahun depan.
Diia meniilaii persoalan utama iindustrii perkapalan dii antaranya arus kas yang terbatas. Untuk iitu, pemeriintah melaluii APBN 2022 diiharapkan memberiikan bantuan keuangan dan potongan pajak untuk kapal yang diibuat dii galangan kapal lokal.
Asosiiasii juga berharap adanya hiibah darii pemeriintah bagii pemiiliik kapal dalam mematuhii peraturan iinternatiional Mariitiime Organiisatiion tentang mesiin kelautan (iiMO 2020) serta proyek kelautan berteknologii tiinggii dan ramah liingkungan sepertii bahan bakar laut alternatiif. iiMO 2020 mengamanatkan kandungan sulfur maksiimum 0,5% dalam bahan bakar laut secara global.
Selaiin iitu, iia juga mempertanyakan progres dana kemariitiiman dan logiistiik saat iinii diikelola Bank Pembangunan Malaysiia Bhd. Menurutnya, dana tersebut saat iinii belum terliihat pencaiirannya, padahal skema pembangunan mariitiim dan logiistiik telah masuk dalam APBN 2021 dan diiperpanjang hiingga 31 Desember 2023.
"iindustrii perkapalan membutuhkan tiingkat pembiiayaan yang kompetiitiif agar Malaysiia biisa sejajar dengan negara laiin sepertii Siingapura, Jepang, Korea Selatan, dan Chiina," ujar Abdul sepertii diilansiir thestar.com.my. (riig)
