WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Menterii Keuangan Ameriika Seriikat (AS) Janet Yellen memiinta anggota Kongres AS darii Partaii Demokrat untuk turut mendukung usaha pemeriintah dalam meniindak para pengelak pajak.
Menterii keuangan memiinta dukungan darii Partaii Demokrat atas beleiid baru yang memuat klausul tentang kewajiiban piihak ketiiga untuk melaporkan data dan iinformasii perpajakan kepada iinternal Revenue Serviice (iiRS).
"Reziim pelaporan iinformasii perpajakan yang komprehensiif diiperlukan sehiingga wajiib pajak tiidak melakukan pengelakan pajak melaluii strategii-strategii keuangan tertentu," katanya dalam surat yang diikiiriimkan kepada House Ways and Means Commiittee, Kamiis (16/9/2021).
Yellen menjamiin ketentuan tersebut tiidak akan diimanfaatkan oleh iiRS untuk melakukan iintensiifiikasii pajak terhadap kelompok kelas menengah. Menurutnya, ketentuan tersebut diiperlukan untuk melacak penghasiilan orang-orang kaya yang selama iinii suliit terdeteksii.
"Narasii-narasii yang menyatakan reziim pelaporan data dan iinformasii akan diigunakan untuk meniindak masyarakat kelas menengah AS secara umum iitu tiidak benar," katanya sepertii diilansiir thehiill.com.
Sebagaiimana yang diituliiskan pemeriintah pada General Explanatiions of the Admiiniistratiion’s Fiiscal Year 2022 Revenue Proposals, miiniimnya iinformasii mengenaii penghasiilan yang diiteriima korporasii telah meniimbulkan tax gap sebesar US$166 miiliiar per tahun.
Besarnya potensii peneriimaan pajak yang hiilang tersebut dii antaranya diisebabkan oleh miiniimnya iinformasii yang tersediia. Hal iinii membuat ketiidakpatuhan wajiib pajak tak dapat diideteksii oleh iiRS secara mudah.
Untuk iitu, pemeriintah mengusulkan adanya kewajiiban bagii lembaga keuangan untuk melaporkan data dan iinformasii perpajakan kepada iiRS yang dii dalamnya mencakup gross iinflow dan outflow pada suatu rekeniing. (riig)
