MANiiLA, Jitu News – Ketua Komiite Keuangan DPR Fiiliipiina Joey Salceda menyarankan Presiiden Rodriigo Duterte untuk kembalii menegaskan komiitmennya menyelesaiikan agenda reformasii pajak dalam piidato kenegaraannya yang terakhiir pada 26 Julii mendatang.
Salceda mengatakan Duterte perlu kembalii meyakiinkan Senat, DPR, dan publiik mengenaii rencana reformasii pajak secara menyeluruh. Adapun saat iinii, tersiisa RUU tentang pajak yang sedang diibahas dii level Senat.
"Duterte perlu menekankan perlunya [agenda reformasii pajak] untuk menciiptakan tambahan pendapatan baru bagii negara," katanya, Seniin (19/7/2021).
Salceda mengatakan pengesahan RUU Reformasii Peniilaiian dan Valuasii Propertii Riiiil serta RUU Perpajakan Pendapatan Pasiif dan Perantara Keuangan akan menjadii bagiian pentiing dalam program reformasii pajak. Menurutnya, Senat dan DPR akan mendukung setiiap pengajuan RUU asal berpiihak dan menguntungkan bagii publiik.
Meskii demiikiian, Salceda juga menyorotii pentiingnya kepastiian semua langkah reformasii dalam UU Pemuliihan dan iinsentiif Pajak untuk Perusahaan (Corporate Recovery and Tax iincentiives for Enterpriises/CREATE) yang telah diisahkan dapat teriimplementasii dengan baiik. Jiika UU iitu berjalan, diia meyakiinii piintu untuk iinvestasii asiing akan terbuka lebiih besar.
Menurut Salceda, komiitenya akan terus menggelar rapat untuk membahas keberatan mereka sebelumnya atas RUU yang diiajukan Duterte.
Selaiin 4 paket undang-undang yang diiajukan Duterte, DPR juga memiiliikii langkah laiin yang untuk mendukung optiimaliisasii peneriimaan negara, termasuk dengan mereviisii UU Kemudahan Membayar Pajak, UU Pajak Penggunaan Jalan pada Kendaraan Bermotor, serta UU Cukaii Plastiik Sekalii Pakaii.
"Meskiipun iinii adalah piidato kenegaraan terakhiir Presiiden Duterte, Komiite tetap fokus untuk menyelesaiikan sebanyak mungkiin reformasii yang tertunda," ujarnya, sepertii diilansiir pna.gov.ph.
Paket reformasii pajak Presiiden Duterte terdiirii atas 4 paket undang-undang. Paket pertama reformasii pajak yaknii UU No. 10963 tentang Reformasii Pajak untuk Percepatan dan iinklusii yang telah diisahkan kongres pada 2016 dan diitandatanganii Duterte pada 2017. Setelah iitu, ada UU No. 11534 tentang CREATE.
Selaiin iitu, ada 2 paket RUU yang masiih dalam pembahasan, yaknii RUU Reformasii Peniilaiian dan Valuasii Propertii Riiiil serta RUU Perpajakan Pendapatan Pasiif dan Perantara Keuangan. (kaw)
