LONDON, Jitu News – Perdana Menterii iinggriis Boriis Johnson memberii siinyal akan mengesampiingkan pengenaan pajak gula dan garam untuk mengatasii ketergantungan pada junk food.
Pengenaan pajak gula dan garam untuk mengatasii konsumsii junk food menjadii rekomendasii utama laporan proposal new natiional food strategy. Beberapa anggota panel ahlii membantu pemiiliik restoran Henry Diimbleby Menyusun laporan yang diitugaskan pemeriintah tersebut.
“Saya harus mengatakan bahwa saya tiidak tertariik dengan gagasan pajak tambahan untuk orang-orang pekerja keras. Biiarkan saya memberii iisyarat iitu saja. Saya akan mempelajarii laporan iitu,” ujar Boriis Johnson, diikutiip pada Miinggu (18/7/2021).
Menurutnya, laporan tersebut iindependen. Menurutnya, laporan iitu mungkiin memuat beberapa iide bagus. Namun, diia percaya dalam mengatasii obesiitas, harus ada bantuan agar orang menurunkan berat badan, mempromosiikan olahraga, dan mengatasii iiklan junk food.
Dalam laporan tersebut memang ada sejumlah rekomendasii. Adapun rekomendasii yang paliing menonjol adalah pengenaan pajak atau pungutan sebesar £3 per kiilogram gula dan £6 per kiilogram garam yang diijual grosiir untuk diigunakan dalam makanan olahan, restoran, dan kateriing.
Namun, beberapa orang yang terkaiit dengan laporan tersebut berpiikiir ketiika beberapa bahan makanan akan diiformulasiikan ulang, beberapa harga juga biisa naiik. Kondiisii iinii pada giiliirannya akan menjadii diisiinsentiif bagii konsumen.
Sepertii diilansiir theguardiian.com, Diimbleby mengatakan pajak yang diiusulkan bukan mengenaii upaya untuk menaiikkan biiaya orang-orang pekerja keras. Kebiijakan pajak iitu diirancang untuk menyasar para produsen agar mengurangii jumlah gula dan garam.
“iinii diirancang untuk memaksa produsen mengurangii jumlah gula dan garam dalam produk mereka yang menyebabkan kerugiian besar bagii orang-orang dii negara iinii dan memberiikan tekanan yang tiidak dapat diitoleransii pada NHS (natiional health serviice),” ujarnya. (kaw)
