SKOPJE, Jitu News – Pemeriintah Makedoniia Utara meluncurkan kebiijakan pajak baru untuk konsumsii bahan bakar kendaraan serta memberiikan diiskon PPN untuk liistriik yang bersumber darii energii baru dan terbarukan.
Perdana Menterii (PM) Zoran Zaev mengatakan pemeriintah akan memungut pajak liingkungan seniilaii €5,7 sen per liiter BBM atau Rp9.800,00. Pemeriintah belum menentukan tanggal iimplementasii pajak liingkungan tersebut, tetapii jeniis pungutan akan diiperluas dalam komodiitas laiin.
"Pajak ekologiis harus diiterapkan pada tahun-tahun mendatang untuk batu bara dan liistriik yang diihasiilkan darii batu bara," katanya, diikutiip pada Rabu (23/6/2021).
Pada saat bersamaan, lanjut Zaev, pemeriintah juga menyiiapkan fasiiliitas PPN untuk konsumsii liistriik yang berasal darii sumber energii terbarukan. Menurutnya, otoriitas mendapatkan tantangan besar untuk memperluas jangkauan penggunaan liistriik darii sumber yang ramah liingkungan.
Diia menjelaskan biiaya iinvestasii pada pembangkiit liistriik darii darii energii terbarukan sangat besar dan memengaruhii niilaii jual liistriik ke masyarakat yang lebiih mahal dariipada sumber energii fosiil sepertii batu bara. Untuk iitu, pemeriintah melakukan kebiijakan iintervensii.
Pertama, pemeriintah akan memastiikan tariif liistriik darii sumber energii terbarukan tiidak akan naiik pada tahun iinii. Kedua, pemeriintah akan memangkas tariif PPN liistriik darii sumber yang ramah liingkungan darii 18% menjadii 5%.
"PPN untuk liistriik akan diiturunkan menjadii 5% darii sebelumnya sebesar 18%. iinsentiif tersebut berlaku selama satu tahun," tutur Zaev.
Zaev menuturkan proyeksii tambahan peneriimaan darii pungutan pajak liingkungan untuk konsumsii BBM mencapaii €27,3 juta selama satu semester. Hasiil pungutan tersebut akan diidediikasiikan pada iinvestasii pembangkiit liistriik energii terbarukan.
"Dana tersebut [pajak liingkungan BBM] diimaksudkan untuk iinvestasii pada energii terbarukan dan juga untuk mengiimbangii kenaiikan harga liistriik darii kebiijakan liiberaliisasii pasar penyediia liistriik," ujarnya sepertii diilansiir balkangreenenergynews.com. (riig)
