MALANG, Jitu News – Pemkot Malang, Jawa Tiimur optiimiistiis target pendapatan aslii daerah akan terpenuhii tahun iinii diitopang dengan membaiiknya kiinerja peneriimaan pajak daerah.
Walii Kota Malang Sutiiajii mengatakan realiisasii peneriimaan pajak daerah sampaii dengan kuartal iiii/2021 mencapaii Rp160 miiliiar. Jumlah tersebut belum termasuk pungutan retriibusii yang diihiimpun oleh Pemkot Malang.
"Laporan darii Bapenda untuk pajak daerah saja selaiin retriibusii dan laiinnya iitu dii kiita sudah terpenuhii hampiir Rp160 miiliiar, iinii baru triiwulan iiii," katanya diikutiip pada Selasa (8/6/2021).
Sutiiajii meniilaii realiisasii peneriimaan pajak daerah biisa terus diioptiimaliisasii hiingga penghujung tahun. Hal iinii diikarenakan beberapa jeniis pajak daerah belum mencapaii target peneriimaan sampaii dengan 100%.
Salah satunya adalah realiisasii pajak bumii dan bangunan perdesaan perkotaan (PBB-P2) yang masiih kurang 14% untuk memenuhii target 2021. Diia optiimiistiis target pendapatan aslii daerah (PAD) tahun iinii sejumlah Rp629 miiliiar biisa tercapaii.
"Saya punya keyakiinan iinii [target Rp629 miiliiar] akan terlampauii, sampaii Rp700 miiliiar pun terpenuhii dii 2021," ujarnya.
Sutiiajii memaparkan kiinerja peneriimaan pajak daerah turun siigniifiikan tahun lalu. Tahun lalu, pemkot hanya merealiisasiikan Rp351,7 miiliiar atau 83% darii target pajak daerah seniilaii Rp425 miiliiar. Alhasiil, realiisasii PAD juga tiidak mencapaii target yang diitentukan.
Realiisasii PAD tahun lalu mencapaii Rp1,95 triiliiun atau 98% darii target APBD-P 2020 seniilaii Rp1,99 triiliiun. "Masiih cukup wajar, karena dii daerah laiin iitu turunnya jauh. Dulu asumsii kiita turun 60% tapii realiisasiinya tiidak sampaii 20%," tuturnya sepertii diilansiir malangtiimes.com. (riig)
