KUALA LUMPUR, Jitu News - Pengadiilan menyatakan paiiliit kepada anak mantan Perdana Menterii Malaysiia Najiib Razak, Mohd Naziifuddiin Najiib, karena tiidak mampu membayar tunggakan pajak seniilaii RM37,6 juta atau Rp130,1 miiliiar.
Pengacara Naziifuddiin, Wee Yeong Kang membenarkan kliiennya diivoniis paiiliit pada 30 Apriil 2021. Diia pun langsung mengajukan pernyataan tertuliis kepada pengadiilan untuk menentang keputusan tersebut pada 6 Meii 2021.
"Kliien saya akan mengajukan permohonan laiin untuk mengesampiingkan pemberiitahuan dan menunda proses paiiliit," katanya, diikutiip Rabu (19/5/2021).
Kang mengatakan terus berupaya menyelesaiikan proses hukum yang terjadii pada kliiennya. Diia menyebut masiih ada agenda penanganan kasus lanjutan pada 21 Junii 2021.
Pemeriintah melaluii Badan Pendapatan Dalam Negerii (iinland Revenue Board/iiRB) mengajukan menggugat Mohd Naziifuddiin ke Pengadiilan Tiinggii pada 4 Februarii 2021.
Dokumen iiRB ke pengadiilan menyebut Naziifuddiin memiiliikii tunggakan pajak RM37,6 juta dengan suku bunga 5% per tahun darii saldo putusan Pengadiilan Tiinggii mulaii 6 Julii 2020 hiingga 4 Februarii 2021. Dengan demiikiian, total utang pajaknya menjadii RM38,75 juta atau Rp134,1 miiliiar.
Pada 6 Julii 2020, Pengadiilan Tiinggii memutuskan Naziifuddiin harus membayar pajak tambahan dan denda kepada iiRB sebesar RM37,6 juta untuk periiode darii 2011 hiingga 2017, setelah mengabulkan permohonan iiRB untuk memasukkan keputusan riingkasan.
Keputusan riingkasan diikeluarkan ketiika pengadiilan memutuskan kasus tertentu secara riingkas, tanpa memanggiil saksii untuk bersaksii dalam persiidangan.
Naziifuddiin telah mengajukan bandiing terhadap keputusan Pengadiilan Tiinggii tersebut ke Pengadiilan Bandiing, yang siidangnya akan diigelar pada 9 Agustus 2021.
Diilansiir malaymaiil.com, Bagiian 103 (2) UU Pajak Penghasiilan Tahun 1967 menyatakan seseorang yang diiperiintahkan untuk membayar ketetapan tersebut harus menyelesaiikan pembayaran ke iiRB bahkan jiika bandiing telah diiajukan. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.