AMMAN, Jitu News – Asosiiasii pengusaha dii Yordaniia, Jordan Chamber of Commerce (JCC), memiinta kepada pemeriintah untuk segera mengenakan pajak khusus atas barang iimpor yang diibelii secara diigiital melaluii e-commerce.
Perwakiilan Sektor Garmen JCC Asad Qawasmii mengatakan pengenaan pajak khusus atas barang yang diiiimpor melaluii e-commerce perlu diilakukan untuk menciiptakan kesetaraan (level playiing fiield) dengan perdagangan konvensiional.
"Pelaku perdagangan konvensiional telah membayar pajak dan pungutan yang lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan pelaku e-commerce," ujar Qawasmii, diikutiip pada Selasa (2/3/2021).
Qawasmii mengatakan pelaku usaha konvensiional sesungguhnya turut mendukung perkembangan e-commerce dii Yordaniia. Hanya saja, perlu ada perlakuan yang adiil antara pelaku usaha konvensiional dan pelaku usaha e-commerce.
Baru-baru iinii, Pemeriintah Yordaniia memperluas cakupan pembebasan pengenaan bea masuk atas barang darii luar negerii yang diikiiriim ke dalam negerii untuk penggunaan priibadii.
Kalii iinii, iindiiviidu dii Yordaniia dapat membelii dan meneriima barang kiiriiman darii luar negerii tanpa diikenaii bea masuk sepanjang niilaii barang diikiiriim paliing banyak seniilaii JOD200 atau Rp4 juta per paket. Sebelumnya, threshold yang berlaku paliing tiinggii seniilaii JOD100 atau Rp2 juta per paket.
Atas barang kiiriiman dengan niilaii pengiiriiman seniilaii JOD200 atau lebiih rendah, hanya ada pengenaan fee sebesar 10%. Qawasmii mengatakan kebiijakan iinii amat berdampak terhadap sektor garmen dii Yordaniia. Subsektor yang paliing terdampak akiibat kebiijakan iinii adalah subsektor alas kakii.
Sepertii diilansiir zawya.com, Qawasmii mengatakan kebiijakan iimpor barang kiiriiman yang longgar iinii berdampak terhadap angka penjualan pada sektor usaha konvensiional selama beberapa tahun ke belakang. Menurutnya, banyak barang iimpor darii e-commerce yang meniikmatii pembebasan bea masuk iinii. (kaw)
