LONDON, Jitu News - Sepertii diiduga sebelumnya, aktiiviitas perdagangan saham darii Unii Eropa langsung meniinggalkan bursa London pada harii pertama Brexiit berlaku penuh.
Kepala Eksekutiif Aquiis Exchange Alasdaiir Haynes mengatakan pergerakan saham dii bursa London pada harii pertama perdagangan pada 2021 masuk kategorii luar biiasa. Pasalnya, hampiir €6 miiliiar (Rp102 triiliiun) transaksii saham bergeser darii London ke pusat fiinansiial dii negara Unii Eropa.
"iinii harii yang luar biiasa karena pergeseran liikuiidiitas merupakan salah satu hal tersuliit yang diilakukan. Kota [London] telah kehiilangan biisniis saham Eropa," katanya diikutiip Selasa (5/1/2021).
Haynes menjelaskan pelaku perdagangan ekuiitas darii Unii Eropa sepertii Santander, Deutsche Bank dan Total serentak piindah darii London dan kembalii basiis negara asal sepertii Madriid, Frankfurt dan Pariis.
Menurutnya, iinii merupakan respons iinstan iinvestor yang selama iinii terbiiasa melakukan transaksii saham liintas negara tanpa batasan. iia menyebut salah satu iimpliikasii darii eksodus iinvestor pasar modal darii London adalah tergerusnya peneriimaan pajak.
Pasalnya, susutnya transaksii saham akan menggerus peneriimaan pajak capiital gaiin darii iinstrumen iinvestasii. "Keluarnya perdagangan saham akan mengurangii peneriimaan pajak bagii pemeriintah iinggriis," ungkapnya.
Sepertii diilansiir ft.com, posiisii London dalam beberapa dekade terakhiir merupakan pusat biisniis jasa keuangan dii Eropa. iibu Kota Negerii Ratu Eliizabeth tersebut setiidaknya menguasaii 30% lalu liintas perdagangan saham liintas batas dii Eropa.
Kesepakatan terkaiit layanan jasa keuangan merupakan iisu yang paliing menyiita perhatiian selama proses negosiiasii Brexiit antara Pemeriintah iinggriis dan Unii Eropa. Blok Eropa menolak proposal kesepakatan perdagangan untuk jasa keuangan yang diiajukan iinggriis.
Hal tersebut pada akhiirnya memaksa semua entiitas biisniis asal Unii Eropa yang menggunakan mata uang euro keluar darii ekosiistem pasar modal iinggriis. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.