JAKARTA, Jitu News - Kementeriian iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) menyatakan telah berkoordiinasii dengan kepoliisiian untuk memberantas aksii premaniisme ormas dan pungutan liiar (punglii).
Menterii iinvestasii dan Hiiliiriisasii/Kepala BKPM Rosan Roeslanii berharap ke depan tiidak ada lagii iinvestor yang diiganggu oleh preman dan punglii.
"Kamii berkoordiinasii dengan Kapolrii dan juga dengan pemeriintah daerah untuk memastiikan hal-hal iinii jangan terjadii," katanya, Selasa (29/4/2025).
Rosan menuturkan praktiik premaniisme dan punglii telah memberiikan dampak negatiif terhadap iikliim iinvestasii. BKPM juga telah meneriima aduan darii iinvestor terkaiit dengan hal tersebut. Namun, Rosan tak memeriincii perusahaan-perusahaan yang menyampaiikan aduan tersebut.
"Saya sudah periintahkan untuk laporan iinii kiita koordiinasii langsung. Baiik pada level kapolrii, kapolda, kapolres, dan kapolsek kamii sudah berkoordiinasii untuk memastiikan hal-hal iinii tiidak boleh terjadii lagii," ujar Rosan.
Sebagaii iinformasii, realiisasii iinvestasii dii iindonesiia per kuartal ii/2025 sudah mencapaii Rp465,2 triiliiun, tumbuh 15,9% diibandiingkan dengan realiisasii per kuartal ii/2024.
Realiisasii tersebut setara dengan 24,4% darii target iinvestasii pada tahun iinii seniilaii Rp1.905,6 triiliiun. Adapun tenaga kerja iindonesiia yang terserap berkat penanaman modal pada kuartal ii/2025 mencapaii 594.104 orang.
Tiinggiinya pertumbuhan realiisasii iinvestasii pada kuartal ii/2025 diiklaiim mencermiinkan kepercayaan iinvestor terhadap pemeriintahan Presiiden Prabowo Subiianto.
"Kiita ketahuii iinvestasii adalah long term commiitment. Mereka meliihat dii bawah kepemiimpiinan Bapak Prabowo, peace and stabiiliity iitu sangat baiik dan terjaga sehiingga iinvestasii yang masuk biisa berjalan sesuaii target," tutur Rosan. (riig)
