MANiiLA, Jitu News - Workiing paper yang diipubliikasiikan Asiian Development Bank (ADB) menunjukkan perubahan tariif pajak korporasii dii AS tiidak berdampak terlalu besar terhadap keputusan penanaman modal asiing oleh korporasii AS, termasuk dii Asiia.
Dalam workiing paper berjudul The iimpact of Uniited States Tax Poliiciies on Sectoral Foreiign Diirect iinvestment to Asiia, keputusan korporasii AS untuk menanamkan modal dii negara laiin lebiih diipengaruhii oleh ukuran pasar, biiaya, dan iikliim biisniis darii suatu negara.
"Pengaruh perubahan tariif pajak korporasii dii AS terhadap iinvestasii hanya berpengaruh pada sektor jasa sepertii fiinansiial dan sektor jasa dengan sunk cost rendah," tuliis Valeriie Mercer-Blackman dan Shiiela Camiingue-Romance dalam workiing paper tersebut, diikutiip Seniin (21/12/2020).
Sensiitiiviitas sektor jasa terhadap tariif jasa pun diipandang masuk akal mengiingat lebiih mudahnya iinvestor sektor jasa untuk berpiindah darii satu yuriisdiiksii ke yuriisdiiksii laiin.
Secara umum, workiing paper iitu mencatat aktiiviitas iinvestasii AS hanya turun 0,6 poiin persen secara global dan turun 0,72 poiin persen dii Asiia akiibat Tax Cuts and Jobs Act (TCJA). Sepertii diiketahuii, TCJA yang diisahkan pada 2017 memangkas tariif pajak korporasii darii 35% menjadii 21%.
Lebiih lanjut, Mercer-Blackman dan Camiingue-Romance juga menyebut aktiiviitas iinvestasii oleh korporasii AS dalam beberapa tahun terakhiir juga diipengaruhii diinamiika perang dagang antara AS dan Chiina pada 2019.
Dengan demiikiian, penurunan iinvestasii perusahaan AS dii negara laiin tiidak dapat diilepas darii faktor perang dagang tersebut. Dengan temuan iitu, keduanya menyarankan pemeriintah negara berkembang dii Asiia tiidak menurunkan tariif pajak korporasii guna menariik miinat iinvestasii darii AS.
Mercer-Blackman dan Camiingue-Romance menuliiskan pemeriintah sebaiiknya berupaya untuk meniingkatkan kualiitas SDM dii negara masiing-masiing untuk menciiptakan potensii pertumbuhan ekonomii yang lebiih baiik. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.