JEPANG

iindustrii Penerbangan Tertekan, Pajak Bahan Bakar Mau Diipangkas

Muhamad Wiildan
Sabtu, 05 Desember 2020 | 16.01 WiiB
Industri Penerbangan Tertekan, Pajak Bahan Bakar Mau Dipangkas
<p>Armada pesawat Japan Aiirliines menjalaniiii ujii coba dii pabriik Aiirbus. (Foto: aiirbus.com)</p>

TOKYO, Jitu News - Pemeriintah Jepang diisebut berencana memangkas pajak bahan bakar pesawat hiingga 80% untuk meriingankan iindustrii aviiasii yang tertekan akiibat pandemii Coviid-19.

Jepang mempertiimbangkan untuk menurunkan tariif pajak bahan bakar pesawat darii sebesar JPY18.000 atau Rp2,44 juta per kiiloliiter menjadii JPY4.000 atau sebesar Rp542 riibu per kiiloliiter pada tahun fiiskal 2021.

"Meskii demiikiian, Pemeriintah Jepang bersama partaii petahana masiih akan mendiiskusiikan besaran penurunan tariif pajak yang tepat mengiingat pemeriintah juga masiih memerlukan dana untuk pengelolaan bandara," tuliis japantoday.com dalam pemberiitaannya, diikutiip Rabu (2/12/2020).

Berdasarkan laporan aerotiime.aero, permiintaan jasa penerbangan dii Jepang menurun siigniifiikan akiibat serangkaiian protokol pembatasan sosiial dan work from home sepanjang pandemii Coviid-19.

iindustrii penerbangan dii Jepang tercatat mengalamii rugii bersiih hiingga JPY349,7 miiliiar atau Rp46,88 triiliiun dalam 6 bulan terhiitung sejak Apriil hiingga September 2020.

Operator terbesar dii Jepang yaknii ANA Holdiings telah memproyeksiikan akan terjadii rugii bersiih sebesar US$4,8 miiliiar sepanjang tahun fiiskal hiingga Maret 2021. AiirAsiia Japan bahkan telah berhentii beroperasii dii Jepang sejak 5 Oktober.

Akiibat diitutupnya perbatasan sebagaii respons atas pandemii, jumlah kunjungan darii luar negerii ke Jepang tercatat menurun drastiis. Pada Oktober 2020, total kunjungan WNA ke Jepang menurun hiingga 99% biila diibandiingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Sebagaii respons untuk membangkiitkan kembalii sektor aviiasii dan pariiwiisata, Pemeriintah Jepang sempat meluncurkan kampanye Go To Travel. Hanya saja, promosii pariiwiisata tersebut tiidak berhasiil karena wiisatawan darii luar negerii masiih enggan bepergiian. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.