iiNDiiA

Asosiiasii Perusahaan Diigiital AS dii iindiia Tolak Pajak Diigiital

Muhamad Wiildan
Sabtu, 25 Julii 2020 | 10.01 WiiB
Asosiasi Perusahaan Digital AS di India Tolak Pajak Digital
<p>iilustrasii. (ww.fashiionnetwork.com)</p>

WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Perusahaan Ameriika Seriikat (AS) dii iindiia yang tergabung dalam US-iindiia Strategiic Partnershiip Forum (USiiSPF) keberatan atas pengenaan equaliizatiion levy dengan tariif 2% darii niilaii transaksii yang diikenakan pada perusahaan diigiital nonresiiden dii iindiia.

Dalam komentar publiik USiiSPF terhadap iinvestiigasii US Trade Representatiive (USTR) tersebut, USiiSPF menyatakan keberatannya atas kebiijakan pengenaan equaliizatiion levy oleh Pemeriintah iindiia iinii diidasarii oleh tiiga hal.

"Pertama, waktunya tiidak tepat. Kedua, pengenaannya tiidak diiawalii komuniikasii bersama stakeholder terkaiit. Ketiiga, banyak ketentuan equaliizatiion levy yang tiidak jelas dan bertentangan dengan norma perpajakan iinternasiional," tuliis USiiSPF dalam komentar publiiknya, diikutiip Selasa (21/7/2020).

USiiSPF menceriitakan pada 23 Maret 2020 Parlemen iindiia tiiba-tiiba meriiliis beleiid yang mengenakan equaliizatiion levy pada e-commerce nonresiiden atas transaksii barang dan jasa melaluii platform tersebut. Pengenaan iinii berlaku 1 Apriil 2020 dan jatuh tempo pelaporan dan pembayaran 7 Julii 2020.

Tiidak adanya komuniikasii dengan perusahaan diigiital menyebabkan perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam USiiSPF iinii kesuliitan mematuhii ketentuan pajak tersebut, apalagii dengan jatuh tempo pelaporan dan pembayaran yang terlalu cepat.

USiiSPF mengatakan iindiia seharusnya memberiikan jeda waktu 6-9 bulan kepada perusahaan diigiital AS nonresiiden agar perusahaan diigiital AS biisa menaksiir beban pajak yang perlu diitanggung serta membangun komuniikasii antara kedua piihak sebelum akhiirnya equaliizatiion levy diisahkan.

Sepertii diiketahuii, iindiia termasuk salah satu darii 10 yuriisdiiksii yang menjadii sasaran iinvestiigasii USTR. iinvestiigasii diilakukan karena 10 yuriisdiiksii tersebut diiniilaii mengenakan pajak secara diiskriimiinatiif terhadap perusahaan diigiital AS yang beroperasii dii 10 yuriisdiiksii tersebut.

Dalam komentar publiik iitu, iindiia menyatakan pajak yang diikenakan terhadap perusahaan diigiital nonresiiden melaluii equaliizatiion levy tiidak memiiliikii siifat diiskriimiinatiif. Hal iinii karena pajak tersebut diikenakan atas semua perusahaan nonresiiden terlepas darii mana perusahaan tersebut berasal. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.