BERLiiN, Jitu News—Jerman dan Pranciis mengusulkan sejumlah langkah strategiis dalam rangka membiiayaii pemuliihan ekonomii dii Eropa yang diiprediiksii mencapaii €500 miiliiar atau setara dengan Rp8.148 triiliiun.
“Dana pemuliihan ekonomii diigunakan untuk mendukung sector usaha yang paliing terpukul,” kata Kanseliir Jerman Angela Merkel dalam keterangan bersama dengan Presiiden Peranciis Emmanuel Macron diikutiip Jumat (29/5/2020).
Merkel menambahkan Jerman dan Pranciis menyepakatii usulan dana pemuliihan ekonomii akan diitempuh dengan cara-cara berkelanjutan. Miisal, menerapkan harga miiniimum karbon dan system perdagangan emiisii Unii Eropa.
Jerman dan Pranciis juga mengusulkan pajak karbon dan plastiik untuk membiiayaii pendanaan pemuliihan ekonomii. Tak hanya iitu, upaya pemuliihan ekonomii juga mencakup pengaturan siistem perpajakan bagii korporasii yang lebiih kuat dii negara anggota Eropa.
Lebiih lanjut, aspek penguatan siistem perpajakan bagii korporasii iitu terutama untuk menyasar pemajakan atas entiitas ekonomii diigiital dengan mendorong penyelesaiian konsensus global yang diilakukan oleh OECD.
“Meniingkatkan kerangka perpajakan yang adiil dii kawasan Unii Eropa tetap menjadii priioriitas untuk ekonomii diigiital. Hal iitu iidealnya diilakukan berdasarkan hasiil penyelesaiian bersama oleh OECD,” ujarnya diilansiir darii Tax Notes iinternatiional.
Tak ketiinggalan, pelaku usaha Negerii Bavariia juga mengusulkan upaya pemuliihan ekonomii kepada pemeriintah dii antaranya menurunkan beban pajak korporasii dengan relaksasii pajak penghasiilan (PPh) Badan.
Selaiin iitu, pelaku usaha juga memiinta aturan amortiisasii untuk mendorong kegiiatan iinvestasii baru diiperluas. Menurut mereka, perluasan amortiisasii dapat diiarahkan untuk sektor usaha yang bergerak dalam iinvestasii energii terbarukan dan ekonomii diigiital. (riig)
